Minggu, 19 Juli 2026

Dewan Demokrat Minta Pemkot Surabaya Fokus Tingkatkan Kualitas SDM Para Urban

Photo Author
Nawi., Nawacita Post
- Rabu, 9 April 2025 | 14:21 WIB
Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Muhammad Saifuddin dari Partai Demokrat (Nawi)
Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Muhammad Saifuddin dari Partai Demokrat (Nawi)

NAWACITAPOST.COM – Langkah Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, yang meminta seluruh camat, lurah, RT dan RW untuk memperketat pengawasan terhadap pendatang baru pasca-Lebaran, menuai tanggapan dari DPRD Kota Surabaya.

Anggota Komisi A DPRD Surabaya dari Fraksi Demokrat, Muhammad Saifuddin, menyebut urbanisasi sebagai sesuatu yang tak bisa dihindari. Ia menilai perpindahan penduduk dari desa ke kota adalah bagian dari dinamika kehidupan masyarakat Indonesia.

"Urbanisasi itu sebuah keniscayaan. Meskipun bukan warga kota Surabaya, mereka adalah warga Republik Indonesia yang tidak bisa kemudian ditolak untuk masuk ke Surabaya," ujar Saifuddin, Selasa (8/4/2025).

Baca Juga: Ketua Komisi A Minta Isu Es Krim Beralkohol Ditangani Secara Edukatif dan Kolaboratif

Menurutnya, setiap warga negara berhak mencari kehidupan yang lebih baik, dan kota seperti Surabaya akan selalu menjadi magnet bagi mereka yang ingin meningkatkan taraf hidup.

“Warga di kabupaten atau kampung akan hijrah ke kota yang dianggap lebih menjanjikan. Itu tidak bisa dicegah,” tegasnya.

Saat ditanya apakah kebijakan tersebut mencerminkan kekhawatiran Wali Kota Eri terhadap gelombang urbanisasi, Saifuddin memberi jawaban diplomatis.

Baca Juga: H+3 Lebaran, Reog Ponorogo Goyang Kota Lama, Cak Ji: Magnet Baru Wisata Surabaya

“Saya tidak tahu kalau terkait itu. Karena manusia itu yang seharusnya hanya ditakuti dua saja: Allah SWT dan Ibu,” kata mantan aktivis PMII Surabaya itu.

Saifuddin tidak menampik bahwa urbanisasi bisa menimbulkan persoalan sosial jika tidak diantisipasi dengan baik. Namun, menurutnya, solusinya bukan pada pengetatan semata, melainkan pada kesiapan skill para pendatang.

"Warga yang melakukan urbanisasi ke kota Surabaya harus menyiapkan skill yang bagus sehingga di Surabaya tidak terlantar. Iya kalau punya saudara. Karena Surabaya ini kota terbesar kedua di Republik ini. Maka dari itu skill itu harus punya agar tidak menjadi pengangguran dan membebani negara," jelas alumnus Universitas Bhayangkara (Ubhara) Surabaya tersebut.

Baca Juga: Mudik Nyaman, Budi Leksono Imbau Warga Kurangi Risiko Kejahatan

Sebelumnya, Wali Kota Eri menyampaikan instruksi kepada jajaran perangkat wilayah untuk melakukan pendataan ketat terhadap para pendatang. Ia menekankan pentingnya pencatatan yang akurat sebagai bentuk kontrol sosial di tengah arus urbanisasi.

"Sudah saya sampaikan kepada teman-teman, camat, lurah harus menguatkan dalam RW-nya masing-masing. Pertama, ketika ada orang yang datang, harus melaporkan," ujar Walikota. ***

Editor: Nawi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini