NAWACITAPOST.COM – Angka kunjungan yang terus menurun dan beban operasional yang membengkak menjadi sorotan tajam Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Surabaya 2025 terhadap pengelolaan Kebun Binatang Surabaya (KBS).
Imam Syafi’i, anggota Pansus LKPJ dari Fraksi Partai NasDem, mengungkapkan keprihatinannya atas performa KBS yang mengalami kemerosotan signifikan selama tahun 2024.
“Padahal di momen liburan, KBS itu sangat padat. Tapi kenyataannya, angkanya anjlok,” kata Imam saat ditemui Suara Merdeka Surabaya, Selasa (8/4/2025).
Baca Juga: Dewan Demokrat Minta Pemkot Surabaya Fokus Tingkatkan Kualitas SDM Para Urban
Berdasarkan laporan resmi, jumlah pengunjung KBS sepanjang tahun 2024 hanya mencapai 1.994.909 orang. Angka ini turun hampir 200 ribu dari tahun sebelumnya yang mencapai 2.198.875 pengunjung.
Penurunan ini bukan hanya berdampak pada jumlah kunjungan, tetapi juga kondisi keuangan lembaga konservasi tersebut. Menurut Imam, KBS yang sebelumnya mampu mencatat laba sebelum pajak sebesar Rp5,8 miliar pada 2023, kini justru merugi hingga Rp602 juta di tahun 2024.
“Anehnya, pendapatannya turunnya sedikit, dari Rp50,8 miliar menjadi Rp50,6 miliar. Tapi beban operasionalnya naik drastis, dari Rp44,9 miliar ke Rp50,6 miliar. Ini tidak sehat,” ujar Imam, yang juga dikenal sebagai mantan jurnalis.
Baca Juga: Ketua Komisi A Minta Isu Es Krim Beralkohol Ditangani Secara Edukatif dan Kolaboratif
Salah satu yang turut disorot Imam adalah dihentikannya program Night Zoo, sebuah atraksi kunjungan malam yang pernah menjadi daya tarik utama KBS.
“Night Zoo itu sudah ditiadakan. Kami sudah tanyakan, ternyata tidak diberlakukan sejak puasa kemarin. Padahal itu bisa jadi nilai tambah,” tegasnya.
Menurutnya, kebijakan tersebut semakin mempersempit potensi pemasukan dan melemahkan daya tarik KBS sebagai ikon wisata keluarga di Surabaya. Imam mendesak agar manajemen KBS segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem operasional dan alokasi anggaran.
Baca Juga: H+3 Lebaran, Reog Ponorogo Goyang Kota Lama, Cak Ji: Magnet Baru Wisata Surabaya
“Kami khawatir nanti KBS defisit terus. Kalau sampai penghematan dilakukan, bagaimana nasib satwa-satwanya? Jangan sampai urusan pakan pun dipotong, engkok moro-moro dihemat,” ujarnya dengan gaya khas Surabaya.
Imam juga berharap Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi ikut turun tangan menyelamatkan lembaga yang selama ini menjadi kebanggaan kota. Ia menilai, jika tak segera ada langkah perbaikan, KBS bukan hanya terancam dari sisi keuangan, tetapi juga dari segi keberlangsungan fungsi konservasi dan edukasi. ***