nasional

Arti Kata "Ndasmu" yang Diucapkan Prabowo di Hadapan Kader Gerindra

Senin, 18 Desember 2023 | 16:59 WIB
Pernyataan "ndasmu" yang diucapkan oleh calon presiden Prabowo Subianto dalam beberapa kesempatan menjadi sorotan publik. (Instagram)


NAWACITAPOST.COM - Viral video capres nomor urut 2, Prabowo Subianto, berbicara 'ndasmu' di hadapan kader Gerindra. Prabowo berkilah, orang Banyumas, Jawa Tengah (Jateng) sudah terbiasa mengucapkan kata tersebut.

Lalu apa arti kata ndasmu? Yuk cari tahu melalui artikel di bawah ini.

Kata 'Ndasmu' menjadi perbincangan hangat belakangan karena penggunaannya oleh calon presiden Prabowo Subianto yang dinilai banyak kalangan kurang tepat.

Baca Juga: Debat Capres Memanas: Ganjar Ungkap Misteri 13 Aktivis yang Hilang pada Mei '98 Bikin Prabowo Meradang

Karena asalnya dari wilayah Jawa, terutama Banyumas, kata ndasmu ini bisa menjadi bagian dari budaya lokal yang terkadang sulit dipahami oleh orang luar.

Secara harfiah, 'Ndas' atau 'Ndhas' memang berarti kepala, dan 'mu' adalah kata untuk 'kamu'.

Penggunaan kata ini bisa bervariasi tergantung pada konteks dan intensitas emosi yang ingin disampaikan. Meskipun bisa digunakan dengan candaan, tetapi terkadang penggunaannya juga bisa terdengar kasar tergantung pada bagaimana kata itu diucapkan dan kepada siapa.

Baca Juga: 5 Referensi Perjalanan Wisata di Kota Tua Jakarta: Menjelajahi Keunikan Kedai Teh yang Sudah Ada Sejak Era Belanda

Dalam bahasa Jawa terdapat 3 kata yang sama-sama bermakna kepala, yaitu ndas, sirah, dan mustaka.

Kata 'Ndhas' memang lebih umum digunakan untuk merujuk pada kepala baik manusia maupun hewan. Kata ini masuk dalam kategori bahasa Jawa Ngoko atau biasa digunakan untuk teman sebaya.

Di sisi lain, kata 'sirah' lebih spesifik dan cenderung lebih formal. Kata 'sirah' lebih khusus merujuk pada kepala manusia dan dianggap memiliki nuansa yang lebih sopan atau resmi. Kata sirah masuk dalam kategori bahasa Jawa Krama madya.

Baca Juga: No Pork No Lard Belum Tentu Halal, Pahami Lebih Dalam tentang Kehalalan Makanan

Sedangkan mustaka masuk dalam kategori krama inggil. Perbendaharaan kata yang masuk dalam krama inggil ini dinilai paling sopan. Biasanya digunakan ketika berkomunikasi dengan orang yang lebih tua.

Karena itu, pentingnya di sini adalah memahami bahwa setiap kata atau frasa memiliki berbagai makna dan konteks penggunaan yang bisa berbeda-beda di berbagai daerah.

Tags

Terkini