nasional

Indonesia Bisa Jadi Pusat Pengembangan Literasi Keagamaan di ASEAN

Kamis, 16 November 2023 | 19:27 WIB



“Saya pikir literasi keagamaan lintas budaya adalah sesuatu yang sangat dibutuhkan. Bukan lintas budaya diantara agama-agama, tapi menemukan cara untuk belajar menghormati satu sama lain dan membuat perbedaan menjadi sesuatu yang positif,” kata Durham.





Wakil Presiden Senior Institute for Global Engagement (IGE) Amerika Serikat, James Chen, mengatakan program literasi keagamaan lintas budaya yang diadakan oleh Institut Leimena dengan berbagai mitra telah menunjukkan dampak yang signifikan. Para guru dari seluruh wilayah di Indonesia berusaha melakukan perubahan karena adanya pemahaman literasi agama yang baik.





“Para guru inilah yang akan menjangkau generasi penerus bangsa di negara Indonesia,” kata Chen.





Sementara itu, Menkumham RI, Yasonna H. Laoly, mengatakan Konferensi Internasional LKLB diharapkan bisa memperluas jaringan untuk saling bekerja sama dalam memajukan martabat manusia dan supremasi hukum untuk menciptakan masyarakat dunia yang damai dan inklusif.





“Ini (Konferensi Internasional LKLB) merupakan forum yang baik bagi pejabat pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya dari seluruh dunia untuk bertukar pandangan dan praktik terbaik dalam mempromosikan literasi agama lintas budaya dan martabat manusia dalam masyarakat yang beragam,” ujar Yasonna.





Konferensi Internasional LKLB melibatkan 30 narasumber terkemuka dunia. Konferensi yang merupakan rangkaian dari peringatan HAM Sedunia ke-75 mengangkat tema “Human Dignity and Rule of Law for a Peaceful and Inclusive Society” (Martabat Manusia dan Supremasi Hukum untuk Masyarakat yang Damai dan Inklusif).





Konferensi ini diadakan oleh Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) bersama Institut Leimena pada 13-14 November 2023, diharapkan dapat semakin memperkuat komitmen dan solidaritas dalam menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia (HAM) dalam sebuah negara hukum.





Direktur Eksekutif Institut Leimena, Matius Ho mengatakan di tengah meningkatnya tantangan terhadap kebebasan, keadilan, dan perdamaian di dunia, menjadi momen yang tepat untuk merefleksikan kembali martabat manusia sebagai konsep dasar Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (DUHAM).

Halaman:

Tags

Terkini