Minggu, 19 Juli 2026

Imbas Efisiensi Anggaran: KPAI Batasi Pengaduan Langsung, Optimalkan Layanan Online

Photo Author
Safriana syahra, Nawacita Post
- Sabtu, 15 Februari 2025 | 08:43 WIB
Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Ai Maryati (Foto: Istimewa)
Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Ai Maryati (Foto: Istimewa)

NAWACITAPOST.COM - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengungkapkan salah satu tantangan yang dihadapi saat ini adalah dengan meningkatnya jumlah laporan, terutama yang berkaitan dengan kasus yang viral.

Ketua KPAI Ai Maryati menjelaskan bahwa KPAI perlu menyesuaikan strategi dalam menangani pengaduan. Secara nasional, pengaduan terkait anak dapat diajukan ke KPAI tanpa kendala wilayah, baik melalui kantor secara langsung maupun secara online.

"Namun, untuk mengoptimalkan efisiensi, KPAI membatasi jumlah pengaduan yang ditangani secara langsung, sementara layanan online terus dioptimalkan agar tetap berjalan efektif," kata Ai Maryati saat di wawancarai di Taman Suropati, Jakarta, Jumat (14/2/2025).

Dari segi anggaran, KPAI menghadapi tantangan besar dengan efisiensi yang mencapai 0%, sehingga tidak ada dana yang bisa dikelola untuk program dan kegiatan.

Meskipun demikian, KPAI memastikan hak-hak pegawainya tetap terpenuhi, termasuk honor untuk 85 pegawai ditambah tenaga honorer, yang aman hingga Desember.

Baca Juga: Kronologis dan Pernyataan KPAI Sikapi Tawuran Remaja di Pebayuran Pasca Tertangkapnya 4 Pelaku

Namun, dengan anggaran program hanya Rp7,5 miliar, yang mencakup tujuh tusi KPAI sesuai undang-undang, efisiensi tetap menjadi prioritas utama.

Dalam rangka efisiensi, KPAI juga mengoptimalkan penggunaan sumber daya kantor. Jam operasional tetap berjalan seperti biasa, yakni Senin–Kamis pukul 07.30–16.00, tetapi pengurangan biaya operasional yang diterapkan, seperti pemadaman AC, air, dan internet di luar jam kerja.

Selain itu, sistem kerja juga mulai diterapkan secara fleksibel, dengan kombinasi work from office (WFO), work from home (WFH), dan work from anywhere (WFA).

Untuk menjaga efektivitas pengawasan, KPAI mengoptimalkan penggunaan mobil operasional dan sistem pemantauan berbasis elektronik.

Langkah ini diterapkan terutama di wilayah Jabodetabek dan beberapa daerah lainnya, seperti Cirebon.

Namun, dalam perjalanan dinas ke luar kota yang memerlukan biaya lebih besar, seperti penerbangan, KPAI tengah mencari solusi alternatif, termasuk kemungkinan kerja sama dengan maskapai penerbangan.

Baca Juga: Tawuran Janjian Lewat Medsos KPAI Angkat Bicara

Sistem pengawasan juga kini berbasis indikator, sehingga laporan kasus dapat dianalisis sebelum tim turun langsung ke lapangan.

Halaman:

Editor: Safriana syahra

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini