Jumat, 10 Juli 2026

Kebaya Encim Ibu Iriana dan Budaya Betawi Tampil di KTT ke-43 ASEAN

Photo Author
tantitamara, Nawacita Post
- Rabu, 6 September 2023 | 15:25 WIB
Kebaya Encim Ibu Iriana dan Budaya Betawi Tampil di KTT ke-43 ASEAN. Foto: Media Center KTT ASEAN 2023.
Kebaya Encim Ibu Iriana dan Budaya Betawi Tampil di KTT ke-43 ASEAN. Foto: Media Center KTT ASEAN 2023.

NAWACITApost.com – Perhelatan KTT ke-43 ASEAN di Jakarta Convention Center (JCC) berlangsung 5-7 September 2023 menjadi kesempatan baik Jakarta untuk mempromosikan diri kepada para peserta pertemuan internasional tersebut.  Terutama promosi budaya Betawi, suku asli dari kota Jakarta ini.

Salah satu budaya Betawi yang tampil di KTT ke-43 ASEAN yaitu baju encim. Baju yang dikenakan Ibu Iriana Joko Widodo ketika mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menyambut kedatangan para kepala negara dan kepala pemerintahan di acara KTT ke-43 ASEAN 2023 di Jakarta Convention Center, Senayan, Selasa (5/9/2023).

Berdiri di atas karpet merah berlatar replika hutan hujan tropis lengkap dengan tanaman anggrek macan segar serta Istana Garuda tampak di kejauhan, penampilan Ibu Iriana yang berdiri di sebelah kiri Presiden Jokowi tampak anggun.

Ibu tiga anak ini memakai kebaya encim biru dengan motif bunga-bunga bersulam benang emas dan biru dipadu kain batik biru muda bermotif senada. Selendang biru polos turut melengkapi penampilan anggunnya.

Pakaian sejenis pernah dikenakan Ibu Iriana saat hadir pada acara Istana Berkebaya di halaman Istana Merdeka Jakarta pada 6 Agustus 2023 lalu. Kebaya encim yang dikenakan bermotif bunga-bunga dan kain batik bertema senada, bedanya hanya pada warnanya. Saat itu Ibu Iriana mengenakan kebaya encim, kain batik, dan selendang serba merah.

Selain kebaya encim, ada pula baju sadariah berupa setelan baju koko putih dengan celana batik berpotongan longgar dipadu kopiah beludru. Atasan baju koko berkerah model shanghai merupakan hasil dari akulturasi budaya Tionghoa. Disebut baju koko karena banyak dipakai oleh kaum laki-laki Tionghoa atau biasa dipanggil dengan “koko” yang bisa diartikan sebagai kakak laki-laki.

Baju koko atau sadariah turut dilengkapi oleh cukin, semacam selendang yang dilipat dua memanjang dan diselempangkan melewati leher dan turun hingga dada. Mengutip penjelasan Dinas Kebudayaan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam website www.jakarta.go.id, disebutkan bahwa cukin memiliki beragam fungsi.

Salah satunya, apabila dipakai oleh pendekar atau pesilat, cukin dijadikan alat untuk menangkis serangan senjata tajam lawan. Cukin juga acap dipakai sebagai pemanis pakaian para bangsawan Betawi yaitu demang atau disebut juga baju ujung serong. Cukin umumnya bercorak warna cerah seperti hijau, kuning, merah muda, merah marun, biru muda, dan cokelat meski ada pula yang hitam.

Motif pada cukin juga beragam, mirip seperti kain batik meski lebih dinamis. Motifnya di masa sekarang ini seperti gambar ondel-ondel, kembang kelapa, gigi balang, dan kerak telor yang merupakan bagian dari delapan ikon budaya Betawi seperti tertuang di dalam Peraturan Daerah nomor 4 tahun 2015 tentang Pelestarian Budaya Betawi.

Dalam perhelatan KTT ke-43 ASEAN 2023, cukin ikut mewakili budaya Betawi yang dikenakan untuk menyambut para delegasi dan kepala negara yang mengikuti konferensi tersebut. Itu bisa kita lihat saat disematkan ke leher Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao ketika tiba di Terminal VVIP Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Kabupaten Tangerang, Banten, Senin (4/9/2023). Ia adalah satu di antara 17 kepala pemerintahan yang diundang hadir pada KTT ke-43 ASEAN 2023.

Motif cukin yang dikenakan PM Gusmao yaitu ondel-ondel dan kembang kelapa bercorak warna cokelat tua. Tatkala memasuki ruangan, PM Gusmao selain disambut barisan 17 personel Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) berseragam upacara merah-putih, turut disajikan tarian khas Betawi, Ngarojeng yang menampilkan enam penari berpakaian serba biru.

Iringan musik tradisional Betawi gambang kromong dengan gesekan tehyan dan kongahyan dipadu tetabuhan gendang, gong, gambang, kromong, kecrek, dan senandung suling menciptakan harmonisasi suara khas bernada riang. Bahkan Gusmao pun turut menggoyangkan badan dan tangan mengikuti alunan musik dan tari.

Editor: tantitamara

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini