"Peringatan Hari Ibu adalah milik kita semua sebagai anak, sebagai istri, sebagai ibu, maupun sebagai teman seperjuangan, yang tidak lelah menjadi arti dimanapun berada," tandasnya.
Prinsip ini mencerminkan bagaimana perempuan Indonesia berjalan beriringan dengan laki-laki untuk bersama-sama berperan membangun bangsa.
"Pergerakan perempuan dalam pembangunan, tentunya tidak terlepas dari dukungan semua pihak, baik pemerintah, akademisi dan profesional, dunia usaha, media massa, maupun masyarakat," tandasnya.
Hadir dalam upacara Hari Ibu ke-96 yaitu satu pleton Pejabat Utama, 1 pleton Pama, 1 pleton Polwan, 1 pleton staf serta 6 pleton personil dari berbagai satuan kerja.(**)