NAWACITAPOST.COM - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) bekerjasama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengadakan webinar edukasi bertema “Manfaat Izin BPOM bagi Pelaku UMKM” pada 16 Desember 2024. Acara ini dilaksanakan secara hybrid, menggabungkan pertemuan langsung di Menara PNM dan daring, sebagai bagian dari upaya mendorong daya saing dan keberlanjutan UMKM, khususnya di bidang pangan olahan.
Webinar ini sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045 yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Salah satu agenda besar dalam visi tersebut adalah transformasi ekonomi melalui penguatan kapasitas UMKM. Peran UMKM di sektor pangan tidak hanya sekadar memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga berkontribusi besar dalam pergerakan ekonomi lokal dengan menciptakan lapangan pekerjaan serta memaksimalkan pemanfaatan sumber daya daerah.
Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan BPOM, Elin Herlina, menyatakan pentingnya sertifikasi BPOM sebagai bentuk dukungan terhadap usaha UMKM pangan. “Kami BPOM mendapatkan tugas secara khusus oleh Bapak Presiden untuk memberikan pendampingan dan membantu UMKM dalam berbagai hal sehingga dapat berusaha dengan baik. Untuk itu, BPOM juga diminta oleh Kementerian/Lembaga terkait untuk memastikan langkah-langkah fasilitasi kepada UMKM berjalan dengan optimal,” ujar Elin.
Dengan adanya dukungan ini, proses sertifikasi diharapkan lebih mudah diakses oleh pelaku UMKM. PNM, sebagai lembaga yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui program pembiayaan dan pendampingan, memanfaatkan kerjasama ini untuk memperkuat pemahaman nasabahnya tentang manfaat izin BPOM.
Baca Juga: Marinus Gea: Nias Penuhi Persyaratan Menjadi Provinsi Baru
Sertifikasi ini dinilai penting dalam meningkatkan mutu produk pangan yang dihasilkan oleh UMKM, sehingga produk-produk tersebut dapat menembus pasar yang lebih luas dengan lebih mudah. Edukasi melalui webinar ini diikuti oleh nasabah PNM yang bergerak di sektor olahan pangan, memberikan mereka informasi mendalam mengenai pentingnya izin BPOM sebagai jaminan mutu dan keamanan produk.
Direktur Utama PNM, Arief Mulyadi, menyambut baik kolaborasi ini sebagai langkah positif dalam mendukung kemajuan UMKM nasional. “PNM senantiasa mendukung kebijakan Kementerian BUMN dalam mendorong penguatan UMKM sebagai pilar utama perekonomian nasional. Melalui kolaborasi dengan BPOM, kami berharap para pelaku UMKM pangan dapat lebih memahami pentingnya sertifikasi BPOM untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan kepercayaan konsumen. Ini adalah wujud komitmen PNM untuk menciptakan ekosistem usaha yang tangguh dan berdaya saing,” kata Arief.
Acara ini mencerminkan komitmen PNM dalam membangun ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah yang berdaya tahan serta berkelanjutan. Dengan bertambahnya jumlah UMKM yang mengantongi izin BPOM, produk-produk lokal akan memiliki jaminan keamanan dan kualitas yang semakin diakui. Dampaknya tidak hanya meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap produk buatan dalam negeri.
Artikel Terkait
Lonjakan Jumlah WNI di Kamboja Capai 638 Persen, Kemenlu Khawatir Fenomena Pekerja Online Scam
Ini Rencana Tiga Provinsi Baru di Sumatra Utara untuk Atasi Ketimpangan Pembangunan
Diapresiasi, Lapas Kelas IIB Sekayu Berhasil Raih Predikat Pelayanan Publik Berbasis HAM Tahun 2024
Lapas Kotapinang Ikuti Apel Kesiapsiagaan Bencana di Wilayah Kabupaten Labuhanbatu Selatan Tahun 2024
Zayed International Airport di Abu Dhabi Dinobatkan Jadi Bandara Terindah di Dunia