Jumat, 5 Juni 2026

BRI Dukung Kelestarian Lingkungan Lewat Penanaman 5.000 Pohon di Desa Kutuh Bali

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Senin, 2 Desember 2024 | 18:52 WIB
BRI tanam pohon di Bali.  (Istimewa)
BRI tanam pohon di Bali. (Istimewa)

NAWACITAPOST.COM - Bank Rakyat Indonesia (BRI) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung upaya menjaga keseimbangan lingkungan dan memerangi dampak perubahan iklim. Dalam rangka memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia, BRI melaksanakan program BRI Menanam – Grow & Green di Desa Kutuh, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali.

Program ini dilakukan melalui penanaman pohon produktif sebanyak 5.000 bibit yang terdiri dari 1.500 bibit tanaman alpukat dan 3.500 bibit tanaman matoa. Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 25 November, melibatkan kelompok tani serta masyarakat setempat, dengan tujuan tidak hanya menjaga keseimbangan alam tetapi juga mendukung perekonomian masyarakat.

Wakil Direktur Utama BRI, Catur Budi Harto, menekankan bahwa program ini adalah bentuk nyata dari tanggung jawab sosial dan lingkungan BRI yang berlandaskan prinsip Environment, Social, and Governance (ESG). Ia menjelaskan bahwa pohon-pohon yang ditanam kelak dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Dengan program ini, kami membantu masyarakat setempat untuk menjaga alam dan keseimbangan lingkungan. Tanaman yang ditanam juga suatu saat nanti bisa membantu perekonomian masyarakat setempat. Ini adalah bentuk komitmen BRI dalam mendukung pembangunan dan pertumbuhan kinerja berkelanjutan yang berbasis Environment, Social and Governance (ESG)," ujarnya.

Baca Juga: Yasonna Laoly Pimpin Tim Advokasi Pilkada Banten untuk Kemenangan Airin-Ade

BRI juga menggandeng Yayasan Ladang Sinergi Lestari dalam pelaksanaan program ini. Yayasan tersebut bertugas memberikan pendampingan, melakukan monitoring, dan mengevaluasi keberhasilan program.

Ketua Kelompok Munduk Buluh, I Wayan Swastika, menyambut baik kolaborasi ini. Ia mengungkapkan bahwa kelompok tani yang dibentuk pada 2017 ini sebelumnya hanya memanfaatkan hutan untuk kebutuhan pakan ternak karena tidak mendapatkan izin pengelolaan.

“Dulu sebelum kelompok tani terbentuk, kami hanya memanfaatkan hutan untuk mencari rumput untuk pakan ternak. Sekarang kami sudah bisa menggarap hutan hingga kahirnya kami berkolaborasi dengan Yayasan Lada Sinergi dan BRI untuk melakukan penanaman tanaman produktif di lahan ini," ungkapnya.

Kini, dengan dukungan dari berbagai pihak, mereka dapat mengelola hutan secara produktif sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Program ini dirancang tidak hanya untuk penghijauan tetapi juga untuk mengatasi berbagai dampak buruk dari lahan kritis, seperti banjir, longsor, dan kekeringan.

Baca Juga: Hashim Djojohadikusumo: Anggito Abimanyu Akan Jadi Menteri Penerimaan Negara

Catur menambahkan bahwa kegiatan ini berkontribusi pada upaya mitigasi perubahan iklim melalui penyerapan karbon dan pemulihan ekosistem. Sejak diluncurkan pada 2023, program BRI Menanam – Grow & Green telah menjangkau berbagai wilayah di Indonesia, melibatkan 23 kelompok tani dan nelayan, serta menanam lebih dari 60.300 pohon.

Selain itu, program ini juga telah berhasil mentransplantasi 2.430 fragmen karang untuk memulihkan ekosistem laut, yang memberikan manfaat ekonomi kepada 1.080 kepala keluarga, serta menciptakan lapangan kerja di berbagai daerah, dan berpotensi menyerap karbon sebesar 17,96 ribu ton CO2e per tahun.

Catur menyampaikan bahwa semangat gotong royong menjadi kunci keberhasilan program ini. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut di berbagai wilayah, sekaligus memperkuat upaya pelestarian bumi demi masa depan generasi mendatang.

"BRI Menanam - Grow & Green adalah wujud komitmen kami dalam mendukung pelestarian lingkungan sekaligus memberdayakan masyarakat. Dengan semangat gotong royong, program ini terus berlanjut di berbagai titik lainnya, memperkuat komitmen BRI untuk melestarikan bumi demi generasi mendatang," pungkas Catur.

Halaman:

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini