NAWACITAPOST.COM - LSPR Institute of Communication & Business memperkenalkan inovasi besar di dunia pendidikan dengan membuka Program Studi Pendidikan Khusus di bawah LSPR School of Special Needs of Education (LSPR-SSNE). Momentum ini ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) dari Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui LLDikti Wilayah III.
SK tersebut diberikan langsung oleh Kepala LLDikti Wilayah III, Prof. Dr. Toni Toharudin, pada acara Wisuda LSPR Institute 2024 di Ballroom The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place. Langkah ini memperkuat komitmen LSPR Institute dalam mendukung pendidikan inklusif di Indonesia.
Sejak 2008, LSPR telah menunjukkan perhatian besar pada isu disabilitas melalui London School Centre for Autism Awareness (LSCAA) dan kemudian mengembangkan London School Beyond Academy (LSBA) pada 2012. Unit-unit ini menjadi wadah bagi individu berkebutuhan khusus untuk mengembangkan keterampilan mereka.
Menurut data Kemenko PMK pada 2022, jumlah anak usia 5-19 tahun dengan disabilitas mencapai sekitar 2,2 juta jiwa. Namun, ketersediaan guru pendidikan khusus di Indonesia masih sangat terbatas. Hal ini menjadi latar belakang pembukaan Program Studi Pendidikan Khusus di LSPR Institute.
Baca Juga: Pilkada Nias Selatan 2024: Sokhi-Yusuf Klaim Menang
Program ini bertujuan untuk mencetak tenaga pendidik berkualitas yang siap memenuhi kebutuhan lembaga pendidikan inklusif di seluruh Indonesia. Dr. (H.C) Prita Kemal Gani, pendiri LSPR Institute, menegaskan bahwa program studi ini dirancang untuk memberikan keterampilan praktis dan teoretis kepada calon guru.
Kurikulum mengintegrasikan pelatihan komunikasi, teknologi pendidikan berbasis kecerdasan buatan, serta kewirausahaan. Para lulusan diharapkan tidak hanya menjadi pendidik yang handal, tetapi juga mampu mengelola institusi pendidikan atau bahkan membangun usaha di bidang pendidikan.
LSBA sendiri telah mencatat keberhasilan dengan meluluskan 153 siswa dalam 11 angkatan sejak berdirinya pada 2013. Program ini memberikan pelatihan dalam keterampilan seperti desain grafis, tata boga, kriya tekstil, dan administrasi perkantoran.
Pendekatan praktis ini akan menjadi bagian penting dari kurikulum Program Studi Pendidikan Khusus, yang dirancang untuk jenjang Sarjana dengan durasi studi delapan semester. "LSPR School of Special Needs of Education (LSPR - SSNE) juga membawahi beberapa program lain, termasuk Program Studi Desain Media (D4), London School Beyond Academy (LSBA), dan kursus-kursus singkat yang dirancang untuk meningkatkan keterampilan dan soft skill para siswa," katanya.
Baca Juga: Pasangan Sowa’a-Martinus Unggul Sementara dalam Pilkada Kota Gunungsitoli
Dr. Chrisdina Wempi, Dekan Pendidikan Khusus di LSPR Institute, menjelaskan bahwa program ini fokus pada membekali mahasiswa dengan kemampuan asesmen kebutuhan belajar anak berkebutuhan khusus (ABK), teknik pembelajaran inklusif, dan penyusunan materi ajar modern. Selain itu, mahasiswa akan dilatih untuk memanfaatkan teknologi seperti kecerdasan buatan dalam mendukung proses pembelajaran.
Dalam jangka panjang, LSPR Institute bercita-cita menjadikan LSPR-SSNE sebagai pusat studi unggulan untuk pendidikan khusus. Selain mendukung pendidikan inklusif di Indonesia, institusi ini juga berharap dapat berkontribusi secara global melalui penelitian dan inovasi di bidang pendidikan khusus.
"Para calon guru juga dibekali dengan keterampilan komunikasi, penggunaan teknologi seperti bantuan AI pada materi ajar, dan kewirausahaan. Harapannya melalui rancangan kurikulum tersebut para lulusan bkn hanya menjadi guru yang handal, tetapi dapat menjadi bagian manajemen pengelolaan, atau membangun usaha pendidikan," katanya.
Rektor LSPR Institute, Dr. Andre Ikhsano, menyatakan bahwa pembukaan program ini merupakan wujud nyata dari upaya LSPR Institute untuk menjawab tantangan kebutuhan tenaga pengajar di sektor pendidikan inklusif. Ia menambahkan bahwa program ini tidak hanya memberikan manfaat bagi mahasiswa, tetapi juga menciptakan dampak positif bagi masyarakat luas, khususnya anak-anak berkebutuhan khusus.
Artikel Terkait
Pj Sekda Provinsi Banten Usman Asshiddiqi Qohara: Sinergi Pemungutan Opsen Langkah Strategis Meningkatkan Fiskal Daerah
Perkuat Tupoksi Tata Usaha, Kalapas Kelas IIB Padangsidimpuan Gelar Rapat Internal
Pastikan Kondusif, Kalapas Kelas IIB Sekayu Pantau Langsung Pelaksanaan Pilkada
Pelaksanaan Pemilu Berjalan Sukses dan Lancar, WBP Lapas Kelas IIB Tebing Tinggi Saluran Hak Pilihnya
Tingkatkan Kebersamaan dan Keimanan, WBP Lapas Kelas IIA Rantauprapat Laksanakan Ibadah Gereja Bersama