"Karena kalau komoditas itu bahan pokoknya dari luar, pasti harganya akan lebih tinggi karena butuh transportasi untuk distribusinya. Makanya bagaimana masyarakat bisa mencukupi kebutuhan sendiri, contohnya cabai rawit dari hasil menanam sendiri," terangnya.
Namun jika masyarakat tidak mengetahui cara bercocok tanam, Febrian memastikan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) akan mengirimkan para penyuluh pertanian untuk memberikan pengetahuan tata cara bercocok tanam. Begitupun untuk di sektor perikanan, ada penyuluh dari Dinas Perikanan (Diskan).
"Jadi tinggal bagaimana mereka mau berkomunikasi dengan kita saja, terutama untuk awal dirubah dulu mindset-nya untuk mau dulu, mau bercocok tanam, mau beternak, dan mengelola ikan dan lainnya," jelas Febrian.
Pada Sosialisasi Gerakan Ulama Peduli Inflasi Bagian Perekonomian dan SDA Setda Kabupaten Serang menghadirkan sebagai narasumber yakni Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Serang, Tutty Amelia, dan Perwakilan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Banten.(**)