Kamis, 4 Juni 2026

Maruarar Sirait Dorong Pemanfaatan Lahan Negara dan Sitaan untuk Perumahan Rakyat

Photo Author
- Senin, 21 Oktober 2024 | 21:45 WIB
Maruarar Sirait.  (X)
Maruarar Sirait. (X)

NAWACITAPOST.COM - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, membuka opsi pemanfaatan lahan milik negara, termasuk lahan sitaan, untuk pembangunan rumah rakyat. Menurutnya, masalah pengadaan lahan menjadi tantangan utama dalam upaya menyediakan perumahan bagi masyarakat.

"Pengadaan lahan sebisa mungkin menggunakan yang sudah ada. Saya sudah berkoordinasi dengan Bapak Jaksa Agung terkait banyaknya lahan sitaan, bagaimana itu bisa dimanfaatkan? Juga lahan milik BUMN seperti kereta api, banyak tanah yang potensial digunakan," ujar Maruarar, dikutip Senin (21/10/2024).

Pria yang akrab disapa Ara ini juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan pengembang swasta dan pelaku usaha dalam mengatasi persoalan perumahan. Baginya, pembangunan perumahan rakyat membutuhkan sinergi berbagai pihak.

"Kita perlu gotong royong. Baik aset milik negara, lahan sitaan, maupun dari swasta yang bekerja sama untuk membangun rumah rakyat. Konsep gotong royong ini akan menjadi dasar utama dalam mengatasi masalah perumahan," tegasnya.

Baca Juga: Poltracking Indonesia Rilis Survei Elektabilitas Kandidat Pilkada Kalteng 2024

Ara juga menyebut akan mengkaji lebih lanjut alokasi anggaran Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman untuk tahun 2025. Meski begitu, ia optimistis pemanfaatan lahan yang sudah ada bisa menjadi salah satu solusi.

"Jika kita dapat memanfaatkan lahan yang sudah tersedia, kita sudah memiliki salah satu solusi yang komprehensif. Ini bisa meringankan beban APBN, sekaligus membuka ruang partisipasi swasta melalui CSR," tambahnya.

Mengenai peraturan yang mendukung rencana ini, Ara menilai pentingnya menciptakan kepastian hukum. Ia ingin memastikan semua pihak merasa nyaman dan terlindungi dalam menjalankan program ini.

"Makanya saya katakan tadi niat baik ini harus dibuat kepastian hukum nya, sehingga nanti semua juga merasa nyaman, sehingga kita juga harus melakukan efisiensi, efisiensi yang kuat, sehingga dananya tidak boleh dikorupsi, sehingga bisa membangun lebih banyak rumah," kata dia.

 

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini