Kamis, 4 Juni 2026

Pramono Anung Usulkan Dana Abadi Jakarta dari SILPA APBD  

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Senin, 14 Oktober 2024 | 14:36 WIB
Pramono Anung. (X)
Pramono Anung. (X)

 

NAWACITAPOST.COM - Calon Gubernur Jakarta nomor urut 3, Pramono Anung, mengungkapkan rencananya untuk membentuk program Jakarta Fund yang akan dibiayai oleh Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jakarta.

Pramono menegaskan bahwa Jakarta memiliki potensi finansial yang besar untuk memajukan ibu kota, dan SILPA dari APBD menjadi sumber yang dapat dimanfaatkan.

"SILPA APBD Jakarta rata-rata mencapai Rp5 triliun hingga Rp6 triliun per tahun. Kenapa tidak kita ambil Rp3 triliun untuk memulai Jakarta Fund?" ungkapnya, dikutip Senin (14/10/2024).

Menurut Pramono, program ini akan memberikan modal dasar yang kuat bagi pembangunan Jakarta. Pramono, yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Kabinet, menjelaskan bahwa selama ini pendapatan APBD Jakarta hanya bergantung pada pajak, retribusi, dan dividen Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Baca Juga: Polri Siagakan 15.000 Personel untuk Pengamanan Pelantikan Prabowo-Gibran  

"Jakarta butuh inovasi baru untuk menambah pendapatan, dan Jakarta Fund bisa menjadi salah satu solusinya," jelasnya.

APBD Jakarta sendiri memang dikenal sebagai yang terbesar di Indonesia, mencapai sekitar Rp80 triliun hingga Rp86 triliun dalam beberapa tahun terakhir. Dengan besarnya anggaran ini, Pramono yakin Jakarta memiliki potensi untuk mengembangkan dana abadi yang bisa menopang berbagai sektor, termasuk kesenian, kebudayaan, dan pendidikan.

Pramono juga membandingkan rencana Jakarta Fund dengan model pengelolaan dana abadi yang telah diterapkan oleh Indonesia Investment Authority (INA). Menurutnya, INA berhasil meningkatkan dana dari awalnya hanya Rp6 triliun menjadi Rp150 triliun dalam waktu singkat berkat pengelolaan yang profesional dan transparan.

Konsep yang sama, katanya, bisa diterapkan di Jakarta. "Kalau INA bisa mencapai Rp150 triliun, Jakarta Fund dengan pengelolaan profesional dan terbuka juga bisa mencapai Rp20 triliun dalam waktu singkat," tegasnya.

Baca Juga: Era Jokowi Cetak Rekor Jumlah Menteri Terbanyak Terlibat Korupsi Sejak Reformasi  

Dengan Jakarta Fund, Pramono berharap mampu mendukung pengembangan kegiatan berkesenian dan kebudayaan di Jakarta, serta sektor-sektor lain yang membutuhkan dukungan finansial berkelanjutan. Selain itu, ia yakin dengan kehadiran orang-orang profesional dalam pengelolaan dana ini, Jakarta akan mampu mewujudkan visi menjadi kota yang lebih modern dan berdaya saing.

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini