Kamis, 4 Juni 2026

Faigiziduhu Ndruru: DPR RI Periode Baru Harus Lebih Kritis dan Mandiri, Bukan Stempel Pemerintah!

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Selasa, 1 Oktober 2024 | 16:01 WIB
Pengamat politik Nusantara dan tokoh masyarakat Nias, Faigiziduhu Ndruru.  (Istimewa)
Pengamat politik Nusantara dan tokoh masyarakat Nias, Faigiziduhu Ndruru. (Istimewa)

NAWACITAPOST.COM - Pengamat politik Nusantara sekaligus tokoh masyarakat Nias, Faigiziduhu Ndruru, menyampaikan ucapan selamat atas pelantikan anggota DPR RI periode 2024-2029 yang berlangsung pada Selasa (1/10/2024).

Dalam pernyataannya, Faigiziduhu menggarisbawahi harapan masyarakat terhadap kinerja para wakil rakyat yang baru, seraya mengingatkan bahwa tantangan bagi bangsa Indonesia ke depan semakin berat dan kompleks.

"Dalam menghadapi masa depan, terutama dengan target Indonesia Emas 2045, kita tidak hanya memerlukan optimisme, tapi juga kinerja yang luar biasa dari para anggota DPR RI," kata Faigiziduhu di Jakarta.

Ia mengutip kekhawatiran para pakar yang menyebut Indonesia bisa menghadapi ancaman "Indonesia Cemas" pada 2045 jika langkah yang diambil tidak tepat. Faigiziduhu Ndruru menekankan pentingnya peran DPR RI dalam mendorong kinerja eksekutif, khususnya pemerintahan yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto nanti.

Baca Juga: Faigiziduhu Ndruru: Bangga dan Sedih Atas Pelantikan Dua Putra Nias di DPR RI

Menurutnya, DPR harus menjalankan tiga fungsinya secara optimal, yakni legislasi, pengawasan, dan anggaran, dengan tetap berpihak pada kepentingan rakyat. Ia menekankan bahwa fungsi DPR tidak boleh sekadar menjadi alat pendukung kekuasaan.

"Kita sudah lama tidak melihat fungsi DPR yang benar-benar berimbang. Harapan kami, DPR periode ini mampu menunjukkan kemandiriannya, tidak sekadar menjadi stempel bagi pemerintah," jelas Faigiziduhu Ndruru.

Ia mengkritisi fenomena di akhir pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), di mana koalisi yang terlalu besar menyebabkan daya kritis DPR melemah. "Hampir semua partai politik berada di dalam koalisi, mematikan kritik terhadap kebijakan pemerintah, sehingga bahkan keputusan yang keliru pun terlepas dari pengawasan yang memadai," kata Faigiziduhu Ndruru.

Faigiziduhu Ndruru mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan politik, khususnya dengan tidak mengajak seluruh partai politik bergabung dalam koalisi pemerintah. Jika semua partai berada di pemerintahan, maka tidak akan pernah melihat ketajaman dalam pengambilan keputusan, terutama kepentingan bangsa.

Baca Juga: Kostum Ultraman Warnai Pelantikan DPR: Jamaludin Malik Siap Basmi Kejahatan!

"Kita butuh DPR yang kritis dan mandiri, yang dapat memberi masukan dan kritik kepada pemerintah," tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa kritik dan masukan terhadap pemerintah seharusnya datang dari DPR, bukan sepenuhnya diserahkan kepada masyarakat sipil. "Jika DPR gagal menjalankan perannya, maka muncul pertanyaan besar, apa sebenarnya fungsi DPR?" tutupnya.

 

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini