Senin, 1 Juni 2026

Usulan Menaker Pada Pertemuan 2nd EWG Meeting di Yogyakarta, Cek Point Pentingnya

Photo Author
Safriana syahra, Nawacita Post
- Rabu, 11 Mei 2022 | 11:03 WIB

Jakarta, NAWACITAPOST.COM - Kelompok Kerja Bidang Ketenagakerjaan (Employmnet Working Group/EWG Meeting) Presidensi G20 melaksanakan pertemuan kedua di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada 10-12 Mei 2022.

Dalam pertemua tersebut, berbagai negara G20 menyoroti berbagai masalah ketenagakerjaan global seperti pengangguran dan kesenjangan pekerkerjaan layak. Oleh karena itu, para delegasi menekankan pentingnya kerja sama dalam pengembangan UMKM dan wirausaha.

Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Ida Fauziah mengatakan penyelenggaraan di Yogyakarta kali ini mengusung dua tema utama.

Pertama, penciptaan lapangan kerja berkelanjutan menuju dunia yang berubah.

"Kami fokus pada kewirausahaan dan UMKM," ujar Ida seusai menjamu makan malam para tamu EWG Meeting di Candi Prambanan, Selasa malam (10/5).

Kedua, EWG Meeting kali ini akan membahas tentang adaptasi perlindungan tenaga kerja yang lebih efektif.

Dua hal di atas adalah turunan dari tema utama Presidensi G20 Bidang Ketenagakerjaan, yaitu "Meningkatkan kondisi kerja untuk pulih bersama".

"Focal Point-nya adalah recover together, recover stronger," kata Menaker.

Pada kesempatan itu, Menaker mengajak seluruh anggota G20 untuk bersama-sama membangun komitmen memulihkan dunia yang terdampak pandemi Covid-19.

Mari bersama-sama menghadapi tantangan di bidang ketenagakerjaan," imbuh Ida.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan Anwar Sanusi mengungkapkan dua hal penting yang dibahas dalam pertemuan hari pertama di Kota Yogyakarta.

"Hari ini kami sudah menyelesaikan pertemuan hari pertama kelompok kerja ketenagakerjaan. Ada dua isu penting yang kami bahas hari ini," ujar Anwar pada Selasa sore (10/5).

Dia mengatakan dua isu penting yang dibahas adalah penciptaan lapangan kerja yang berkelanjutan dan perlindungan sosial terhadap pekerja di dunia kerja yang baru.

"Pada penciptaan lapangan kerja kami fokus mengulas peran dari usaha kecil menengah," ucap dia.

Anwar mengingatkan bahwa kebijakan pemulihan juga harus mendukung keberlangsungan usaha dan lingkungan yang memungkinkan untuk meningkatkan inovasi, pertumbuhan produktivitas dan berkelanjutan. Termasuk UMKM sebagai pioner penting dalam perekonomian negara baik di negara maju maupun berkembang.

Anwar berharap, solusi yang ditawarkan Presidensi G20 tahun ini dalam upaya pemulihan ekonomi dapat mendukung kebangkitan ekonomi dari krisis secepat mungkin. Caranya, dengan mendorong penciptaan kewirausahaan dan memperkuat UMKM sebagai instrumen peluasan kesempatan kerja.

Upaya ini juga dapat didukung dengan mendorong terciptanya lingkungan bisnis yang kondusif dan transformasi informal-formal UMKM, mendukung kewirausahaan dan budayanya untuk mengembangkan wirausaha baru.

Kemudian, memperkuat pendampingan usaha bagi wirausaha baru dan UMKM, membangun ketahanan pelaku usaha dan UMKM dengan peningkatan kapasitas dan bantuan teknis, serta melindungi hak dan kepentingan pelaku usaha dan UMKM serta pekerjanya.

"Presidensi Indonesia bidang ketenagakerjaan mendorong peranan G20 untuk terus memperbaharui inisiatif kerja sama, kebijakan, dan program yang menjamin penciptaan lapangan kerja yang berkelanjutan, usaha mendukung pelaku usaha dan wirausaha yang berkelanjutan dan pasar tenaga kerja yang inklusif di era pasca Covid-19," tuturnya.

Editor: Safriana syahra

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini