4. PT Ciputra Development Tbk (CTRA)
Ciputra Development berhasil mencatatkan pendapatan sebesar Rp 5,03 triliun pada semester I-2024, meningkat sekitar 12,7 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 4,46 triliun. Pendapatan tersebut terdiri dari penjualan neto sebesar Rp 3,9 triliun, dan pendapatan usaha sebesar Rp 1,12 triliun.
Penjualan mencakup kaveling, rumah hunian, dan ruko yang menyumbang Rp 3,57 triliun, apartemen Rp 176,1 miliar, serta kantor sebesar Rp 159,02 miliar. Pendapatan usaha lainnya datang dari pusat niaga dan kawasan komersial sebesar Rp 381,5 miliar, layanan kesehatan Rp 312,2 miliar, hotel Rp 249,2 miliar, serta sewa kantor dan lapangan golf.
5. PT Pakuwon Jati Tbk (PWON)
Pengembang besar di Surabaya, PT Pakuwon Jati, mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp 3,26 triliun pada semester I-2024, mengalami kenaikan 13 persen dari Rp 2,90 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan berulang (recurring revenue) mencapai Rp 2,45 triliun, meningkat 11 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2023.
Baca Juga: Janji-janji Besar Tiga Paslon Pilgub DKI 2024. Pramono-Rano Karno: Jakarta Menyala!
Sektor retail mall menjadi kontributor terbesar dengan pendapatan Rp 1,68 triliun. Sementara, segmen perkantoran menyumbang Rp 157 miliar, dan sektor hospitality sebesar Rp 609 miliar.
Dengan capaian tersebut, para pengembang terus menunjukkan kekuatan mereka di tengah persaingan ketat di sektor properti. Meski menghadapi tantangan global, mereka tetap optimis mampu mempertahankan pertumbuhan hingga akhir tahun.
Artikel Terkait
Kisah Perjalanan Ciputra Membangun Kerajaan Properti Hanya dengan Modal Rp 10 Juta
Kinerja Prapenjualan Emiten Properti Semester I/2024: CTRA Tertinggi
Nararya Ciputra Sastrawinata: Membangun Bisnis Properti dengan Prespektif Milenial
Jakarta Tetap Menjadi Magnet Investasi Properti Meski Ibu Kota Pindah ke IKN
Mundur dari Ketum Partai Golkar, Berikut Daftar Properti Airlangga Hartarto