Minggu, 19 Juli 2026

Jakarta Tetap Menjadi Magnet Investasi Properti Meski Ibu Kota Pindah ke IKN

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Jumat, 9 Agustus 2024 | 11:40 WIB
Apartemen The Newton 2, Ciputra World 2 Jakarta. (X)
Apartemen The Newton 2, Ciputra World 2 Jakarta. (X)

NAWACITAPOST.COM - Jakarta tetap menjadi pusat daya tarik utama bagi para investor properti. Meskipun ibu kota Indonesia sedang dalam proses pemindahan ke Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, di Kalimantan Timur (Kaltim).

Head of Research Jones Lang LaSalle (JLL) Indonesia, Yunus Karim, menegaskan bahwa Jakarta masih menjadi episentrum ekonomi di Indonesia, di mana minat investor properti tetap tinggi, terutama di wilayah Greater Jakarta atau Jabodetabek.

"Jakarta masih berfungsi sebagai pusat ekonomi Indonesia, dan saat ini, para investor masih sangat tertarik dengan properti di wilayah Jabodetabek," kata Yunus, dalam sebuah media briefing, dikutip Jumat (9/8/2024), .

Menurutnya, meskipun ada rencana besar untuk membangun properti di IKN, para pelaku pasar masih menunggu perkembangan lebih lanjut, terutama terkait properti komersial seperti hunian, hotel, ritel, dan perkantoran.

Baca Juga: Muhammadiyah Desak Pemerintah Revisi Kebijakan Alat Kontrasepsi untuk Remaja

Namun, perpindahan ibu kota ini ternyata telah mulai mempengaruhi pasar properti di wilayah penyangga IKN, khususnya di Balikpapan. Country Head and Head of Logistics & Industrial JLL Indonesia, Farazia Basarah, menjelaskan bahwa telah terjadi peningkatan permintaan akan lahan pergudangan di Balikpapan, yang dipicu oleh adanya proyek IKN.

“Di Kalimantan, terutama karena ada pengaruh dari IKN, kami melihat adanya permintaan yang cukup signifikan untuk pergudangan di Balikpapan. Investor memulai dengan luas lahan sekitar 5.000 hingga 10.000 meter persegi,” ungkap Farazia.

Ia menambahkan bahwa perusahaan yang tertarik membuka gudang di daerah tersebut umumnya bergerak di sektor Fast Moving Consumer Goods (FMCG), yaitu perusahaan yang memproduksi barang-barang konsumsi yang sering dibeli oleh masyarakat.

Lebih lanjut, Farazia mengungkapkan bahwa meskipun ketersediaan stok pergudangan masih terbatas, beberapa perusahaan sudah siap untuk membeli lahan kosong dan membangun fasilitas pergudangan baru.

Baca Juga: Intiland Catat Lonjakan Laba Bersih, Tembus Rp366,03 Miliar di Semester I-2024

"Meskipun stok pergudangan saat ini masih terbatas, beberapa perusahaan sudah menyatakan minat untuk membeli lahan kosong di sekitar IKN dan membangun fasilitas baru," tambahnya.

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini