Kamis, 4 Juni 2026

Dua Raksasa Properti Catatkan Kerugian di Semester I-2024

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Selasa, 24 September 2024 | 10:47 WIB
Ilustrasi properti terbesar di Indonesia.  (X)
Ilustrasi properti terbesar di Indonesia. (X)

NAWACITAPOST.COM - Pada paruh pertama tahun 2024, tidak semua pengembang properti berhasil mencatatkan kinerja positif. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), terdapat 92 emiten properti yang terdaftar sahamnya, dengan 15 di antaranya masuk ke dalam papan pencatatan utama.

Dari 15 emiten tersebut, dua perusahaan justru mengalami kerugian pada semester pertama tahun 2024, yaitu PT Modernland Realty Tbk (MDLN) dan PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN).

1. PT Modernland Realty Tbk (MDLN)

Modernland Realty menjadi pengembang dengan kerugian terbesar di sektor properti pada paruh pertama tahun 2024. Perusahaan ini mencatatkan rugi bersih sebesar Rp 611,51 miliar.

Angka ini sangat kontras dengan kinerjanya pada periode yang sama di tahun 2023, di mana perusahaan masih mencetak laba bersih sebesar Rp 92,8 miliar. Penurunan drastis ini menandai tantangan besar yang dihadapi oleh Modernland Realty dalam menjaga performa keuangannya.

Baca Juga: 5 Pengembang Properti Terbesar Indonesia di Akhir 2024, Ada Ciputra Group

Meski sektor properti tetap menunjukkan permintaan yang tinggi di beberapa area, Modernland Realty kesulitan dalam memaksimalkan penjualannya, yang menjadi salah satu faktor penyebab kerugian. Tantangan makroekonomi serta fluktuasi pasar properti turut memberikan tekanan terhadap laba perusahaan.

2. PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN)

Agung Podomoro Land (APLN), salah satu pemain besar di industri properti, juga mencatatkan kinerja negatif. Pada semester pertama 2024, APLN mengalami kerugian bersih sebesar Rp 27,77 miliar. Meski begitu, kerugian ini masih lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun lalu, di mana perusahaan mencatatkan kerugian sebesar Rp 103,37 miliar.

APLN menunjukkan adanya perbaikan meskipun belum berhasil membalikkan keadaan ke arah laba. Beberapa proyek residensial dan komersial yang sedang dikembangkan perusahaan ini diperkirakan akan meningkatkan pendapatan pada kuartal-kuartal mendatang, namun tantangan ekonomi dan persaingan ketat di sektor properti tetap menjadi hambatan yang harus diatasi.

 

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini