Kamis, 4 Juni 2026

Wapres Ma'ruf Amin Ungkap Potensi Besar Ekonomi Syariah

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Selasa, 3 September 2024 | 16:23 WIB
Wakil Presiden (Wapres) KH Ma’ruf Amin. (X)
Wakil Presiden (Wapres) KH Ma’ruf Amin. (X)

NAWACITAPOST.COM - Wakil Presiden Ma'ruf Amin menegaskan pentingnya peran ekonomi syariah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Dalam acara International Seminar 'The Sharia Economy and Finance' yang digelar di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Ma'ruf mengungkapkan bahwa ekonomi syariah memiliki potensi besar untuk menjadi pilar utama dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Wapres menyebut bahwa kontribusi ekonomi syariah terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional diperkirakan akan mencapai US$ 10 miliar atau sekitar Rp 155 triliun pada tahun 2030.

"Masa depan ekonomi dan keuangan syariah dalam memperbesar kapasitas ekonomi nasional sangat menjanjikan. Pada tahun 2030 kontribusi ekonomi syariah terhadap PDB nasional diperkirakan akan mencapai US$ 10 miliar atau setara dengan 1,5% PDB nasional," ujar Ma'ruf.

Wapres Ma'ruf Amin menekankan bahwa meskipun prospek ekonomi syariah di Indonesia sangat besar, masih ada sejumlah tantangan yang harus dihadapi. Tantangan ini mencakup rendahnya tingkat literasi dan pemahaman masyarakat tentang ekonomi syariah, kurangnya kerangka regulasi yang mendukung, serta minimnya insentif bagi pelaku usaha di sektor ini.

Baca Juga: Menguak Arti Pelat SCV 1 pada Kendaraan Resmi Paus Fransiskus di Indonesia

"Potensinya sangat besar tapi memang realisasinya belum seperti potensi yang kita miliki, karena industri syariah ini besar potensinya, zakat saja sekitar Rp 270 triliun per tahun, wakaf itu Rp180-an triliun, tapi itu baru potensinya dan belum kita realisasikan," kata Ma'ruf.

Potensi yang besar tersebut masih terkendala oleh berbagai faktor yang membutuhkan perhatian serius dari semua pihak. Untuk merealisasikan potensi besar ekonomi syariah, Ma'ruf Amin mengusulkan beberapa langkah strategis.

Pertama, peningkatan kualitas riset dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang ekonomi syariah menjadi fokus utama. Inovasi dalam riset dan pengembangan SDM sangat diperlukan untuk mendukung transformasi ekonomi nasional yang berbasis pada prinsip-prinsip syariah.

Kedua, Wapres menekankan pentingnya membangun kerja sama dan kolaborasi multi-pihak yang solid. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa pengembangan ekonomi dan keuangan syariah berjalan secara optimal dan berkelanjutan. Kerja sama antara pemerintah, pelaku industri, dan akademisi menjadi kunci dalam memperkuat sektor ini.

Baca Juga: 80 Persen Rumah Subsidi Kosong

Ketiga, peningkatan literasi ekonomi dan keuangan syariah disebut sebagai faktor krusial yang harus diperhatikan. Ma'ruf menyatakan bahwa peningkatan pemahaman masyarakat mengenai ekonomi syariah dapat mendorong partisipasi yang lebih luas dan mempercepat pertumbuhan sektor ini.

Dengan berbagai langkah strategis yang direncanakan, Wapres Ma'ruf Amin optimis bahwa Indonesia dapat menjadi pemain utama dalam ekonomi syariah di tingkat global. "Jika kita mampu mengoptimalkan potensi yang ada, bukan tidak mungkin Indonesia akan menjadi pusat ekonomi syariah dunia," tuturnya.

Ia juga berharap bahwa dengan upaya yang terus-menerus dilakukan, ekonomi syariah tidak hanya menjadi pilihan alternatif, tetapi menjadi bagian integral dari ekonomi nasional yang memberikan dampak signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat luas.

Dalam penutupannya, Ma'ruf Amin mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mendorong perkembangan ekonomi syariah agar mampu memberikan kontribusi maksimal bagi pembangunan nasional. Dengan potensi yang ada, ekonomi syariah di Indonesia bukan hanya akan tumbuh, tetapi juga akan menjadi salah satu kekuatan ekonomi yang diperhitungkan di kancah global.

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini