Minggu, 19 Juli 2026

Wapres Ma’ruf Amin Siap Jadi Penengah Konflik PKB dan PBNU

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Rabu, 7 Agustus 2024 | 20:49 WIB
Wakil Presiden (Wapres) KH Ma’ruf Amin. (X)
Wakil Presiden (Wapres) KH Ma’ruf Amin. (X)

NAWACITAPOST.COM - Wakil Presiden (Wapres) KH Ma’ruf Amin menyatakan kesediaannya untuk menjadi mediator dalam konflik antara Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Pernyataan ini disampaikan Wapres usai kunjungannya ke MuseumKu Gerabah Timbul Raharjo di Kasongan, Kajen, Bangunjiwo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Jika mereka menginginkan saya sebagai mediator untuk mendamaikan dengan tulus, saya sangat bersedia,” ujar Ma’ruf, Rabu (07/08/2024).

Wapres menjelaskan bahwa mendamaikan dua pihak yang berseteru adalah bagian dari ajaran agama. Sebagai salah satu pendiri PKB dan mantan aktivis PBNU, Ma’ruf Amin merasa memiliki kedekatan emosional dengan kedua organisasi tersebut.

Baca Juga: 7 Atlet Olimpiade Paris 2024 dengan Pendapatan Fantastis

"Saya dulu terlibat dalam pendirian PKB dan bahkan menjadi Ketua Dewan Syuro pertama sebelum Gus Dur. Tentu ada kedekatan," jelasnya.

Namun, Wapres menekankan bahwa ia hanya akan bertindak sebagai penengah jika kedua belah pihak benar-benar mencari perdamaian. “Kalau hanya mencari peluru untuk menyerang satu sama lain, saya tidak bersedia. Itu hanya akan memperburuk konflik,” tegasnya.

Ma’ruf Amin menyatakan bahwa ia siap membantu menemukan solusi damai jika memang itu yang diinginkan oleh kedua pihak yang berseteru. "Saya siap jika diminta untuk mendamaikan dan mencari solusi bersama," tandasnya.

Dalam konferensi pers tersebut, Wapres didampingi oleh Bupati Bantul Abdul Halim Muslih dan Staf Khusus Wapres Bidang Komunikasi dan Informasi Masduki Baidlowi.

Baca Juga: 19 Fintech Lending Miliki Rasio Kredit Macet Tinggi

Dukungan dari pemerintah daerah dan tim komunikasi Wapres menunjukkan keseriusan dalam menangani isu ini dengan bijaksana.

Konflik antara PKB dan PBNU menarik perhatian publik, mengingat keduanya memiliki pengaruh besar dalam masyarakat Indonesia, khususnya dalam komunitas Nahdliyin. Peran Wapres sebagai mediator diharapkan bisa membawa solusi yang damai dan konstruktif bagi kedua belah pihak.

 

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini