Baca Juga: 10 Tahun Jadi Menkum HAM, Yasonna Laoly Kini Kembali Mengabdi untuk Rakyat di DPR
Pada tahun 2022, sebanyak 88% produk mereka dibuat dari bahan daur ulang atau bahan terbarukan, seperti poliester daur ulang dan kapas organik. Perusahaan bahkan menargetkan penggunaan 100% bahan berkelanjutan ini dalam semua produknya pada tahun 2025.
Lebih lanjut, Patagonia menggunakan energi terbarukan di semua toko, kantor, dan pusat distribusinya. Upaya mereka dalam melestarikan lingkungan diakui oleh Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP) pada tahun 2019, di mana mereka diberikan penghargaan atas komitmen dan advokasi mereka terhadap kelestarian lingkungan.
Patagonia juga tidak takut berbicara dalam ranah politik, terutama ketika kebijakan-kebijakan mengancam lingkungan. Pada tahun 2017, mereka menggugat pemerintahan Trump atas rencana untuk mengecilkan beberapa monumen nasional di Utah.
Langkah ini menegaskan bahwa Patagonia tidak hanya sekadar perusahaan, tetapi juga menjadi pelopor dalam memperjuangkan hak-hak alam dan keberlanjutan planet.
Baca Juga: PDIP Jateng Isyaratkan Dukungan untuk Andika Perkasa di Pilgub 2024
"Meskipun sangat besar, sumber daya Bumi tidak terbatas, dan jelas kita telah melampaui batasnya. Tapi bumi juga tangguh. Kita dapat menyelamatkan planet kita jika kita berkomitmen untuk itu," katanya.
Dengan keberanian, komitmen, dan dedikasi, Yvon Chouinard dan Patagonia telah membuka jalan baru dalam upaya pelestarian lingkungan global. Langkahnya untuk menyumbangkan kekayaan perusahaannya adalah contoh luar biasa dari apa yang dapat dilakukan oleh para pemimpin bisnis untuk melindungi Bumi bagi generasi mendatang.
Artikel Terkait
Dapat Dukungan Joe Biden, Berikut Profil Kamala Harris
Profil Akbar Faizal: Dari Wartawan hingga Politikus
Siap Hadapi Pemeriksaan di Bareskrim Polri, Berikut Profil Benny Rhamdani
Profil Tomy Winata: Dari Kuli Bangunan Hingga Raja Bisnis Indonesia
Profil Ismail Haniyeh, Tokoh Kunci Hamas yang Gugur di Iran