NAWACITAPOST.COM - Presiden Joe Biden secara resmi mengundurkan diri dari pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) yang akan digelar pada 5 November 2024. Keputusan ini diumumkan melalui unggahan di media sosial pada Minggu (21/7/24), di mana Biden juga menyatakan dukungannya kepada Wakil Presiden Kamala Harris untuk menggantikan posisinya sebagai calon presiden dari Partai Demokrat melawan Donald Trump.
"Meskipun saya berniat untuk mencalonkan diri kembali, saya yakin ini demi kepentingan terbaik partai saya dan negara jika saya mundur dan fokus hanya pada memenuhi tugas saya sebagai Presiden selama sisa masa jabatan saya," tulis Biden dalam surat pengunduran dirinya.
Dalam unggahan yang sama, Biden memuji Harris sebagai pilihan terbaik untuk melanjutkan perjuangannya. "Keputusan pertama saya sebagai calon partai pada tahun 2020 adalah memiliki Kamala Harris sebagai wakil presiden saya. Dan itu adalah keputusan terbaik yang pernah saya buat. Hari ini saya memberikan dukungan penuh agar Kamala menjadi calon presiden," ujar Biden.
Profil Kamala Harris
Kamala Devi Harris, lahir pada 20 Oktober 1964 di Oakland, California, adalah sosok yang mencetak sejarah sebagai wakil presiden wanita pertama serta orang kulit hitam dan Asia-Amerika pertama yang menduduki jabatan tersebut. Kamala dibesarkan di lingkungan yang mayoritas penduduknya adalah orang Afrika-Amerika di Berkeley, California.
Baca Juga: Rampak Sarinah Berkampanye Pro Lingkungan di Fashion Show Kebaya
Ia bahkan pernah dibawa ke demonstrasi hak-hak sipil saat masih balita oleh ibunya, Shyamala Gopalan Harris, seorang ahli biokimia asal India. Orang tua Kamala, Shyamala dan Donald Harris, seorang profesor ekonomi kelahiran Jamaika, bercerai saat Kamala berusia tujuh tahun.
Pada usia 12 tahun, Kamala pindah bersama ibu dan saudara perempuannya ke Montreal, Quebec, Kanada. Di sana, ia belajar bahasa Prancis dan mulai menunjukkan naluri politiknya dengan mengorganisasi protes terhadap pemilik gedung yang tidak mengizinkan anak-anak bermain di halaman.
Kamala bersekolah di Westmount High School di Quebec dan kemudian kembali ke Amerika Serikat untuk melanjutkan pendidikannya di Howard University, Washington, D.C., di mana ia meraih gelar sarjana seni dalam ilmu politik dan ekonomi.
Setelah itu, Kamala memperoleh gelar J.D. dari University of California, Hastings College of the Law pada tahun 1989. Karier hukum Kamala dimulai sebagai wakil jaksa wilayah di Alameda County pada tahun 1990.
Baca Juga: Pantau Progres Pembangunan Lapas, Menteri Yasonna Kunjungi Nusakambangan
Pada tahun 2003, ia mengalahkan mantan bosnya, Terence Hallinan, untuk menjadi jaksa wilayah San Francisco. Kamala melanjutkan pendakian karirnya dengan mengalahkan Jaksa Wilayah Los Angeles County, Steve Cooley, untuk jabatan Jaksa Agung California pada tahun 2010. Keberhasilan itu menjadikannya orang Afrika-Amerika pertama dan wanita pertama yang memegang jabatan tersebut di negara bagian tersebut.
Pada tahun 2016, Kamala Harris terpilih sebagai senator AS dari California, menjadikannya wanita Afrika-Amerika kedua dan orang Asia-Amerika Selatan pertama yang menduduki kursi di Senat. Sebagai senator, Kamala dikenal karena perjuangannya dalam hak-hak sipil, keadilan rasial, perlindungan imigran, dan berbagai isu kesejahteraan sosial lainnya.
Pada tahun 2020, Kamala Harris dipilih sebagai kandidat wakil presiden oleh Joe Biden. Setelah memenangkan pemilu, Harris terus aktif dalam berbagai inisiatif pemerintahan, termasuk penanganan krisis Covid-19 dan kebijakan imigrasi.
Setelah Biden mengundurkan diri dari pencalonan presiden, Kamala menyatakan komitmennya untuk maju sebagai calon presiden. "Saya merasa terhormat atas dukungan Presiden dan komitmen saya adalah untuk mendapatkan dan memenangkan nominasi ini," kata Harris dalam sebuah pernyataan.
Artikel Terkait
Menparekraf Targetkan Nilai Ekspor Ekraf Meningkat Hingga 28 Miliar Dolar AS
Peneliti AS Memprediksi Gibran Bisa Menjadi Rival Politik Bagi Prabowo di Masa Depan
Iran Memperingatkan AS untuk Tidak Ikut Campur dalam Konflik dengan Israel
TikToker AS Jacob C Jadi Sorotan, Balas Komentar Netizen dengan Bahasa Daerah Indonesia
Siapa Nikki Haley? Eks Dubes AS yang Serukan Penghapusan Palestina