NAWACITAPOST.COM – Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-79, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham), Yasonna H Laoly, menyampaikan pidato penuh makna di hadapan para pejabat Kemenkumham, aparatur negara, serta masyarakat.
Pidato tersebut berisi refleksi sejarah perjuangan bangsa, sekaligus seruan untuk melanjutkan semangat kemerdekaan dengan karya nyata demi masa depan yang lebih cerah bagi Indonesia.
Yasonna membuka pidatonya dengan memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. "Hari ini, kita memperingati momen bersejarah yang memberikan rasa syukur serta harapan bagi masa depan bangsa. 79 tahun yang lalu, para pahlawan kita berjuang gigih merebut kemerdekaan, dan setiap tahun yang kita rayakan adalah penghormatan terhadap pengorbanan mereka," ujar Yasonna.
Ia menegaskan bahwa usia 79 tahun adalah waktu yang cukup panjang bagi sebuah bangsa, namun perjalanan untuk mencapai cita-cita bangsa Indonesia masih terus berlanjut. "Kita memiliki tanggung jawab besar untuk melanjutkan cita-cita luhur para pahlawan yang ingin melihat bangsa ini maju, sejahtera, dan berkeadilan," tambahnya.
Baca Juga: Kementerian BUMN Gelar Relawan Bakti untuk Indonesia Maju di Hari Kemerdekaan
Dalam kesempatan tersebut, Yasonna menggarisbawahi pentingnya melanjutkan perjuangan kemerdekaan dengan berperan aktif dalam masyarakat. "Mari kita warnai kemerdekaan ini dengan memberikan kontribusi nyata kepada bangsa dan negara, sesuai dengan amanah yang telah diberikan kepada kita," tegasnya.
Yasonna juga menyoroti tema besar peringatan HUT ke-79 RI, yaitu "Nusantara Baru Indonesia Maju". Menurutnya, tema ini bukan sekadar retorika, melainkan sebuah seruan untuk membangun fondasi yang kokoh bagi masa depan bangsa.
"Nusantara Baru adalah cerminan semangat gotong royong kita untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang maju dan berdaya saing tinggi," ujarnya.
Ia menekankan bahwa di tengah tantangan global yang semakin kompleks, bangsa Indonesia perlu menyatukan visi dan misi bersama untuk mencapai tujuan kemajuan dan kesejahteraan.
Sebagai pemimpin Kemenkumham, Yasonna juga menegaskan peran strategis lembaganya dalam menciptakan Indonesia yang maju dan berkeadilan. Ia mengingatkan seluruh jajaran Kemenkumham agar terus bekerja keras menciptakan sistem hukum yang adil, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
"Kita harus siap berkolaborasi dengan semua pihak untuk mendorong pertumbuhan dan pembangunan yang berkelanjutan," katanya.
Menkumham mengajak seluruh ASN di bawah naungannya untuk terus berkarya dengan profesionalisme dan integritas yang tinggi. Dalam rangkaian pidatonya, Yasonna juga menyinggung tentang pemberian remisi kepada narapidana di Hari Kemerdekaan RI ke-79.
Sebanyak 176.984 narapidana dan anak binaan mendapatkan remisi sebagai wujud komitmen pemerintah terhadap rehabilitasi dan pemulihan bagi mereka yang sedang menjalani hukuman. "Remisi bukan sekadar pengurangan hukuman, tetapi juga kesempatan bagi mereka untuk kembali berkontribusi kepada masyarakat," jelas Yasonna.
Artikel Terkait
Menteri Yasonna Hadiri Pentahbisan Gereja BNKP Jemaat Jambi
Menkum HAM Yasonna Teken Traktat WIPO, Langkah Strategis bagi Kekayaan Intelektual Indonesia
Daftar Pengurus DPP PDIP 2019-2025: Yasonna Laoly Perkuat Bidang Hukum dan HAM
Pantau Progres Pembangunan Lapas, Menteri Yasonna Kunjungi Nusakambangan
Yasonna H Laoly Raih CNN Awards 2024: Apresiasi untuk Dedikasi dalam Penegakan Hukum dan Anti-Korupsi