Senin, 1 Juni 2026

WNI Tewas dalam Kerusuhan di Bangladesh, KBRI Dhaka Koordinasikan Repatrasi Jenazah

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Rabu, 7 Agustus 2024 | 12:27 WIB
Bangladesh tengah rusuh.  (X)
Bangladesh tengah rusuh. (X)

NAWACITAPOST.COM – Indonesia berduka setelah menerima kabar duka dari Bangladesh. Seorang warga negara Indonesia, yang dikenal dengan inisial DU, dilaporkan meninggal dunia akibat kerusuhan yang melanda Jashore, Bangladesh.

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemenlu) melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Dhaka mengonfirmasi berita tersebut dalam siaran pers resmi pada Selasa (6/8/2024).

Menurut informasi yang diterima, DU, yang baru saja tiba di Bangladesh pada 1 Agustus 2024 untuk urusan bisnis. Ia menjadi korban dalam insiden kebakaran yang terjadi saat kerusuhan berlangsung.

"KBRI Dhaka menerima informasi mengenai WNI atas nama DU yang meninggal dunia di Jashore, Bangladesh pada 5 Agustus 2024,” tulis Kemenlu dalam siaran pers.

Kebakaran tersebut melanda hotel tempat DU menginap, yang menyebabkan almarhum menghirup asap beracun dalam jumlah berlebihan dan mengakibatkan kematian.

Baca Juga: Hadir dengan Kategori Baru, Beesokhi Ndruru: Nawacita Awards Siap Digelar 16 September 2024

KBRI Dhaka telah menghubungi keluarga DU di Indonesia untuk menyampaikan belasungkawa yang mendalam. Selain itu, Kemenlu juga menyatakan bahwa mereka akan memfasilitasi proses repatrasi jenazah DU, bekerja sama dengan perusahaan tempat almarhum bekerja.

Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa DU dapat kembali ke tanah air dengan layak. Kerusuhan di Bangladesh sendiri telah menyebabkan ketegangan yang signifikan di negara tersebut.

PM Sheikh Hasina dikabarkan telah melarikan diri ke luar negeri, sementara Presiden Bangladesh telah membentuk pemerintahan sementara. Penyerbuan terhadap kediaman PM Hasina oleh para pengunjuk rasa semakin menambah eskalasi konflik di negara itu.

Sehubungan dengan situasi yang memprihatinkan ini, Kemenlu dan KBRI Dhaka mengimbau seluruh WNI untuk meningkatkan kewaspadaan. Mereka disarankan untuk menghindari kerumunan massa dan lokasi-lokasi yang menjadi pusat demonstrasi.

Baca Juga: Mengenang Saonigeho: Pejuang Gigih dari Nias Selatan yang Melawan Penjajahan Belanda

KBRI Dhaka juga meminta agar WNI yang saat ini berada di Bangladesh mengikuti petunjuk dan langkah-langkah kontingensi yang disarankan. Bagi WNI yang berencana untuk melakukan perjalanan ke Bangladesh, Kemenlu mengimbau untuk menunda rencana tersebut sampai situasi keamanan membaik.

Jika dalam keadaan darurat, WNI diminta untuk segera melaporkan situasi kepada otoritas keamanan setempat atau menghubungi hotline KBRI Dhaka di nomor +880 1614444552 atau Direktorat Pelindungan WNI Kemenlu di nomor +62 812 9007 0027.

Situasi ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan dan keselamatan di wilayah konflik. KBRI Dhaka dan Kemenlu akan terus memantau perkembangan situasi dan memberikan informasi terbaru untuk melindungi WNI di luar negeri.

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini