Jumat, 3 Juli 2026

Skema Fasilitasi dan Pendanaan Riset Tingkatkan Minat Industri terhadap Penelitian

Photo Author
Tiara Islami, Nawacita Post
- Selasa, 21 Desember 2021 | 16:44 WIB
Jakarta, NAWACITAPOSTKepala BRIN, Laksana Tri Handokomengatakan, keterlibatan swasta di dunia riset Indonesia masih sangatkecil, tidak seperti negara maju. "Dominasi keterlibatan riset di Indonesia masih berada di pemerintah yakni sebesar 80% dan swastahanya 20%,sebutnya.

Sedangkan kondisi riset di global, jelas handoko malah sebaliknya, yakni 80% peran swasta dan sisanya peran pemerintah. BRIN hadirdengan target besarnya mengubah komposisi keterlibatan riset di Indonesia.Bila dibandingkan dengan negara tetangga terdekatIndonesia, yakni Malaysia, dominasi pemerintah sudah berada padaangka 75% dan 25% dari swasta. Kondisi ini sedikit lebih baik di atasIndonesia,” ulasnya.


Untuk mewujudkan target itulah, BRIN telah mengintegrasikan limaentitas lembaga/kementerian penelitian yakni LIPI, BATAN, LAPAN, BPPT, dan Kementerian Ristek sejak tanggal 1 September 2021. "Saatini BRIN sedang berproses untuk mengintegrasikan lembaga riset di bawah koordinasi Kementerian," tambah Handoko.


Handoko menjelaskan bahwa sebagai lembaga penelitian yang terintegrasi, BRIN berupaya untuk melakukan perbaikan EkosistemRiset dan Inovasi. “Upaya perbaikan Ekosistem Riset dan Inovasibertujuan menyelesaikan masalah fundamental riset Indonesia, yaknicritical mass yang masih rendah, terkait dengan sumber daya manusia, infrastruktur, maupun anggaran. Hal ini harus dilakukan karena sektorriset merupakan sektor yang membutuhkan biaya tinggi dan memilikirisiko tinggi,” ungkapnya.


Pada 16 Desember 2021 sebanyak 2436 pegawai dari 28 lembagapenelitian di bawah Kementerian. Sisanya sekitar 1000 lebih pegawaiakan menyusul bergabung dengan BRIN.


Pengintegrasian ini mencakup empat hal yakni program, SDM, penganggaran, dan aset terkait riset dan inovasi," ujarnya.


Dengan penggabungan ini, Handoko berharap Indonesia dapatmeningkatkan critical mass terkait riset dan inovasi. Pengintegrasiansumber daya ini pada akhirnya dapat menarik minat pihak swastauntuk terlibat di kegiatan riset dan inovasi di Indonesia.


Salah satu kendala yang menyebabkan rendahnya minat swasta padariset di Indonesia adalah mahalnya biaya riset dan besarnya risikokegagalan yang terjadi. Di situlah pemerintah harus hadir memfasilitasipihak swasta untuk ikut terlibat pada penelitian dengan risiko.


Sementara Plt. Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi MegoPinandito mengatakan bahwa dalam rangka menciptakan ekosistemriset sesuai standar global yang inklusif dan kolaboratif bagi semuapihak, BRIN memiliki beberapa skema pendanaan dan fasilitasi risetdan inovasi yang kompetitif dan terbuka bagi seluruh periset di lembaga riset/perguruan tinggi, dan industri.


"BRIN membuka fasilitas baik SDM maupun infrastruktur untuk dapatdimanfaatkan bersama oleh semua pihak yang akan melalukan riset. Dengan demikian pihak yang akan melakukan penelitian tidak harusmemiliki fasilitas sendiri," jelasnya.


Penerima manfaat atas pelaksanaan kegiatan ini adalah seluruhperiset di Lembaga riset/perguruan tinggi, industry dan seluruhstakeholder BRIN,” pungkasnya.


Sebagai informasi, beberapa topik yang akan dibahas dalam padaRabu hingga Jum’at, 22-24 Desember 2021, antara lain Program Fasilitasi Hari Layar, Pendanaan Ekspedisi dan Eksplorasi, FasilitasiPengujian Produk Inovasi Kesehatan, Fasilitasi Pembentukan PusatKolaborasi Riset di Perguruan Tinggi atau Industri, Prioritas RisetNasional dan Covid-19, Pendanaan Perusahaan Pemula BerbasisRiset, dan Akuisisi Pengetahuan Lokal.


(Kornelius Wau)

Editor: Tiara Islami

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Terkini