Baca Juga: Usai Melakukan Pertemuan di Turki, Prabowo Diantar Langsung ke Mobil oleh Erdogan
Oleh sebab itu SSDM Polri dalam seleksi tingkat pusat Akpol 2024 melakukan pemeriksaan kepadatan tulang dan massa otot terhadap seluruh calon taruna. Sehingga diharapkan pemeriksaan tersebut menekan potensi taruna mengalami cedera otot dan tulang baik saat proses pendidikan integrasi dengan taruna TNI, hingga selama pendidikan di Akpol.
Dia mengatakan hanya calon taruna terbaik yang akan masuk Akpol. Hal ini menjadi sebuah keharusan, sambung mantan Kapolda Kalimantan Tengah ini, agar para taruna dapat mengikuti proses pendidikan dan pelatihan dengan baik tanpa terjadi hal-hal yang bahkan dapat membahayakan keselamatan taruna itu sendiri.
"Kita tidak mau lagi dilakukan rekrutmen dengan friksi-friksi seperti itu. Nanti ke depannya belum ikut pendidikan di Akpol, baru ikut pendidikan integrasi sudah sakit, sudah cedera dengan proses latihan. Bahkan mohon maaf, ada yang meninggal ketika proses pelatihan. 2024 Ini harus zero accident," pungkas Irjen Dedi.
Artikel Terkait
Bareskrim Polri Ungkap Kasus TPPO: 50 WNI Jadi Korban Perdagangan Seks di Australia
Kapolri Mutasi 157 Pati dan Pamen Polri, Enam Kapolda Berganti
Siap Hadapi Pemeriksaan di Bareskrim Polri, Berikut Profil Benny Rhamdani
Undip Juara 1 Lomba Debat Hukum, Kadivkum Polri: Jadi Wadah Mahasiswa Sikapi Permasalahan Hukum
Pilkada Serentak di Bali dan Nusa Tenggara, Menko Polhukam: TNI, Polri dan ASN Wajib Menjaga Netralitas