Jumat, 5 Juni 2026

Selamat Jalan Tante Lien, Sang Pencipta Lagu 'Nasi Goreng': Netizen Kenang Seniman Belanda yang Mencintai Indonesia

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Kamis, 18 Juli 2024 | 15:05 WIB
Tante Lien, seniman asal Belanda meninggal dunia.  (X)
Tante Lien, seniman asal Belanda meninggal dunia. (X)

NAWACITAPOST.COM - Dunia musik Belanda dan Indonesia berduka atas kepergian Wieteke van Dort, yang lebih dikenal sebagai Tante Lien, pada 15 Juli 2024 di Den Haag, Belanda. Penyanyi legendaris ini tutup usia akibat kanker hati yang telah menyebar ke paru-paru dan otak.

Berita ini membuat para penggemarnya menumpahkan rasa duka mereka di media sosial. Di platform X, tagar 'Tante Lien' menjadi trending topic dengan lebih dari 18.900 cuitan.

"Goodbye tante Lien aka Wieteke Van Dort, sang pencipta lagu 'Nasi Goreng'. Rest in peace," tulis pengguna @ddo**1234.

Sementara pengguna lain, @adnden**den, mengenang, "Rest in peace for Tante Lien, I really love all of her songs, especially 'Hallo Bandoeng'."

Fakta tentang Tante Lien

Tante Lien memiliki nama lengkap Louisa Johanna Theodora "Wieteke" van Dort. Ia sempat tinggal di Kota Surabaya hingga berusia 14 tahun sebelum kembali ke Belanda hingga menutup usia di Den Haag.

Baca Juga: 7 Gunung Unik di NTT, dari Berjenis Kelamin hingga Legenda Cinta Segitiga

Wieteke van Dort adalah seorang penyanyi, penulis, dan seniman yang gigih memperkenalkan budaya Indonesia ke Belanda. Karakter Tante Lien muncul dalam acara "The Late Late Lien Show" di televisi Belanda, yang menampilkan sketsa, lagu, tarian tradisional, serta cerita tentang Hindia Belanda.

Tante Lien dikenal dengan wig abu-abu dan kacamata bundar tanpa lensa yang khas. Ia lahir pada 16 Mei 1943, Wieteke van Dort mengasah bakat seninya dengan mengikuti kursus menggambar di Vrije Academie dan belajar sablon dengan seniman Georg Hadeler.

Karyanya pernah dipamerkan di Biennale International Seniman Muda Seni Visual ke-4 di New York dan Grand Prix Seni Kontemporer ke-12 di Monte Carlo pada tahun 1977. Van Dort menerima berbagai penghargaan, termasuk Silver Harp dari Conamus Foundation dan Edison untuk 'Noise Parrot Record'. Program televisinya 'JJ De Bom' meraih disk Nipkow dan 'Het Klokhuis'.

Selain dedikasinya di bidang seni, Wieteke van Dort dikenal karena kegemarannya dalam kegiatan amal. Pada tahun 1999, dia diangkat menjadi Ksatria Orde Oranye-Nassau oleh Ratu Beatrix dan menerima Medali Kota dari kotamadya Den Haag.

Baca Juga: 10 Kampus Islam Terbaik di Indonesia Versi Webometrics 2024, Nomor Satu Bukan UII

Wieteke van Dort kerap menyuarakan kepedulian terhadap veteran Belanda dan Hindia Timur. Dia bahkan menjadi satu-satunya warga negara yang menerima Dekorasi Kehormatan atas Jasa Perak pada Hari Veteran Nasional.

Kepergian Wieteke van Dort meninggalkan duka mendalam bagi para penggemarnya di Belanda dan Indonesia. Warisannya dalam memperkenalkan dan melestarikan budaya Indonesia di Belanda akan terus dikenang. Selamat jalan, Tante Lien. Rest in peace.

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini