Beliau menambahkan, “Dukungan kami tidak hanya berupa kebijakan, tetapi juga dalam membantu para pengrajin mengakses pasar yang lebih luas dan beragam."
“Kehadiran fasilitasi layanan batik di Satuan Pelayanan Pengembangan Industri Kerajinan ini adalah langkah maju yang signifikan dalam mendukung industri batik lokal. Kami berharap ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mempromosikan dan melestarikan warisan budaya kita,” ungkap [RR.
Amanda Soemedi, S.Ak] selaku Pj. Ketua Dekranasda Jabar. "Ini adalah bagian dari upaya kami untuk memastikan bahwa warisan budaya kita tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh dan berkembang di masa depan."
Peresmian ini juga diwarnai dengan simbolis pembukaan membatik oleh Bapak Bey Machmudin, S.E., M.T. dengan didampingi oleh Ibu RR. Amanda Soemedi, S.Ak, Pj. Ketua Dekranasda Jabar, Ketua Komisi II DPRD Jabar, Kadis Disperindag Jabar, Pj. Walikota, dan perwakilan YCAB Foundation. Kegiatan ini menunjukkan semangat dan komitmen semua pihak untuk terus mendukung dan mempromosikan batik sebagai warisan budaya Indonesia.
YCAB Foundation berharap bahwa dengan adanya Satuan Pelayanan Kerajinan ini, para pengrajin batik di Tasikmalaya dapat lebih mudah mengakses berbagai sumber daya dan dukungan yang mereka butuhkan untuk mengembangkan usaha mereka. Selain itu, kolaborasi yang efektif dengan pemerintah dan komunitas lokal diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan industri batik yang berkelanjutan.
Artikel Terkait
Grand Diara Hotel: Menjadi Pionir dalam Pelestarian Batik Nusantara
Sambangi Kantor Bupati Muara Enim, Kakanwil Bahas Batik Kujur di Mobile IP Clinic 2024
Pengembangan Batik Gobang Seribu Oleh Gobang Inspirasi Indonesia untuk Pertumbuhan Ekonomi Kreatif dan Pelestarian Budaya
Kemenkumham Sumsel Akan Pamerkan Batik Kujur dan Kopi Semendo Muara Enim pada Mobile Intellectual Property Clinic 202
Zialova Batik Sukses Bertransformasi Jadi Produsen Fashion Lokal Favorit di Pekalongan