Kemudian, ia melanjutkan, TKH melengkapi berkas yang ditujukan ke kantor Daerah Kerja (Daker), yakni daker Makkah untuk KKHI Makkah untuk mendapatkan kursi (seat) di pesawat terbang untuk kepulangan ke Tanah Air.
“Pengurusan berkas ini sangat penting untuk menunjukkan bahwa jemaah haji yang sakit siap untuk dilakukan Tanazul dan dititipkan bersama kloter lain. Berkas ini juga perlu diketahui oleh ketua kloter dan beberapa saksi lainnya,” terang dia.
Widi mengemukakan, untuk memberikan rasa aman dan nyaman dan sebagai bagian perlindungan jemaah selama menjalani ibadah di Masjid Nabawi, PPIH membentuk enam pos petugas yang berada di area Masjid Nabawi.
“Ada 56 petugas sektor khusus Nabawi yang bersiaga penuh membantu dan melayani jemaah. Bila mengalami kesulitan, jemaah dapat menghubungi atau menemui petugas yang berada di pos-pos tersebut,” katanya.
Baca Juga: 300 Jemaah Safari Wukuf Lansia Kembali ke Kloter, PPIH: Penuh Haru dan Tangis Bahagia
Titik atau pos sektor khusus Masjid Nabawi berada di sejumlah pintu utama Masjid Nabawi dengan rincian sebagai berikut:
1. Pos 1 untuk jemaah haji sektor 1, berada di pintu utama no. 332;
2. Pos 2 untuk jemaah haji sektor 2, berada di pintu utama no. 326;
3. Pos 3 untuk jemaah haji sektor 3 dan 4, berada di pintu utama no. 315;
4. Pos 4 untuk jemaah haji sektor 5, berada di pintu utama no. 305;
5. Pos 5 untuk jemaah haji sektor 5, berada di pintu utama no. 360-365; dan
6. Pos khusus raudhah untuk daerah persiapan jemaah masuk raudhah, berada di pintu utama no. 360.
Berdasarkan data dari Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT) tanggal 28 Juni 2024 pukul 07.45 Waktu Indonesia Barat, jemaah haji Indonesia yang wafat berjumlah 309 orang. Hari ini, jemaah haji gelombang kedua yang diberangkatkan ke Madinah berjumlah 5.719 orang. Mereka tergabung dalam 15 kelompok terbang.
Hari ini, Jumat, 28 Juni 2024 terdapat 23 kelompok terbang, dengan jumlah jemaah haji sebanyak 9.153 orang. Mereka telah dan akan diterbangkan ke Tanah Air, dengan rincian sebagai berikut:
1. Debarkasi Makassar (UPG) sebanyak 900 jemaah/2 kloter;
2. Debarkasi Solo (SOC) sebanyak 1.440 jemaah/4 kloter
3. Debarkasi Padang (PDG) sebanyak 393 jemaah/1 kloter;
4. Debarkasi Surabaya (SUB)sebanyak 1.855 jemaah/5 kloter;
5. Debarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG) sebanyak 786 jemaah/2 kloter;
6. Debarkasi Batam (BTH) sebanyak 450 jemaah/1 kloter;
7. Debarkasi Jakarta Bekasi (JKS) sebanyak 1.319 jemaah/3 kloter;
8. Debarkasi Medan (KNO) sebanyak 360 jemaah/1 kloter;
9. Debarkasi Banjarmasin (BDJ) sebanyak 320 jemaah/1 kloter;
10. Debarkasi Palembang (PLM) sebanyak 450 jemaah/1 kloter; dan
11. Debarkasi Kertajati (KJT) sebanyak 880 jemaah/2 kloter.
Artikel Terkait
300 Jemaah Safari Wukuf Lansia Kembali ke Kloter, PPIH: Penuh Haru dan Tangis Bahagia
Fase Pemulangan, PPIH Ingatkan Jemaah Telah Tawaf Wada sebelum Pulang ke Tanah Air
Fase Pemulangan, PPIH Fasilitasi Tanazul Bagi Jemaah Lansia dan Risti
Pasca Armuzna, PPIH Bersiap Sambut Kedatangan Jemaah Gelombang Kedua di Kota Nabi
Jadwal Tasreh Tidak Bisa Diulang, PPIH Imbau Jemaah Utamakan Ziarah Raudhah