Baca Juga: Direksi BRI Kembali Lakukan Aksi Borong Saham hingga Miliaran Rupiah
“Besaran (potensi) tersebut untuk perempuan penganyam, penyedia bahan baku, dan vendor transportasi. Namun salah satu kendala terbesar berkaitan bahan baku, data dan riset pengembangan/budidaya lontar, rantai pasok, dan ekosistem produksi yang belum teroptimalisasi. Inilah yang ingin kita tackle solusinya di FGD ini,” ujar Hanna Keraf.
Diharapkan pelaksanaan rapat lintas sektor dan FGD akan menjadi jembatan komunikasi beberapa pihak termasuk pemerintah dari desa, kecamatan hingga kabupaten, BI NTT, Kadin NTT, SMESCO Indonesia, Koalisi Ekonomi Membumi, serta offtaker dalam hal ini Du Anyam dan komunitas yang mereka dampingi.
Artikel Terkait
Indonesia dan OceanX Kolaborasi untuk Eksplorasi Keanekaragaman Laut dengan Kapal Riset OceanXplorer
Direksi BRI Kembali Lakukan Aksi Borong Saham hingga Miliaran Rupiah
Menko PMK Dorong Sekolah dan Lembaga Keagamaan Tanamkan Nilai Moral Sejak Dini untuk SDM Unggul
Indonesia Raih Juara Tiga Beregu di Korea Cup Internasional Soft Tennis Tournament 2024
Catat! Ini 13 KA Keberangkatan Stasiun Gambir Berhenti di Stasiun Jatinegara