Baca Juga: Menko PMK: Lulusan Vokasi Sangat Dibutuhkan Dunia Industri
Lebih lanjut, Menko PMK menyampaikan bahwa Presiden mengapresiasi setiap tahapan dalam pengukuran dan intervensi serentak pencegahan stunting, mulai dari intervensi calon pengantin yang dilakukan dengan pengecekan lingkar lengan atas, pengukuran berat dan tinggi badan. Untuk balita, dilakukan pengukuran berat badan, panjang/tinggi badan, dan penyuluhan kesehatan.
Dengan demikian, Menko PMK optimis prevalensi stunting tahun ini bisa mendekati target 14 persen. Menurutnya, target optimis 14 persen yang dicanangkan Presiden bisa dicapai dengan kerja keras dan kolaborasi semua pihak.
"Paling tidak mendekati 14 persen seperti yang disampaikan Pak Presiden. 14 persen memang target yang sangat ambisius karena 10 tahun lalu posisi kita 37,2 persen. Sekarang ini kita harapkan 14 persen itu merupakan penurunan yang sangat drastis dan tentu saja kita harus kerja keras untuk mencapai itu," ujar Menko PMK.
Dalam kesempatan tersebut, turut mendampingi Presiden RI Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Pj. Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin, Pj. Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono, dan Pj. Wali Kota Bogor Hery Antasari.
Artikel Terkait
Menko PMK: Penanganan Bencana di Tiga Provinsi Berjalan Baik
Menko PMK: Lulusan Vokasi Sangat Dibutuhkan Dunia Industri
Siapkan SDM Unggul, Menko PMK Minta Kota Batam Entaskan Stunting
Presiden Jokowi dan Menko PMK Tinjau Dampak Bencana Galodo di Sumbar, Dorong Pembangunan Sabo Dam dan Relokasi Warga
Hadiri Wisuda UMJ, Menko PMK Tekankan Wisudawan Ambil Langkah Berani untuk Raih Kejayaan