NAWACITAPOST.COM - Awal tahun 2024 menjadi periode yang mengkhawatirkan bagi warga Kota Bekasi. Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) meningkat tajam, menyebabkan banyak pasien harus dirawat intensif di rumah sakit karena terpapar gigitan nyamuk Aedes aegypti, pembawa virus dengue.
Situasi ini menimbulkan kekhawatiran dan keprihatinan dari berbagai pihak, termasuk tokoh-tokoh politik lokal.
Kenaikan jumlah pasien DBD yang dirawat di rumah sakit Bekasi, Jawa Barat hingga bulan ini menunjukkan betapa seriusnya ancaman kesehatan yang dihadapi. Kasus DBD tidak hanya membebani fasilitas kesehatan, tetapi juga menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat. Upaya preventif dan penanganan cepat sangat diperlukan untuk mengendalikan penyebaran penyakit ini.
Sodikin, salah satu anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi Partai Demokrat, turut mengomentari peningkatan kasus DBD ini. Ia menekankan pentingnya tindakan cepat dan serius dari pemerintah daerah untuk menangani masalah ini.
Baca Juga: Isu Gaji Tak Dibayar 11 Bulan Mengguncang Proyek IKN
"Saya meminta kepada pemerintah daerah Pj. Walikota Bekasi untuk serius menanganinya bila dipandang perlu untuk melakukan darurat DBD," ujarnya, dikutip Selasa (4/6/2024).
Sodikin, yang kembali terpilih menjadi anggota DPRD Kota Bekasi dalam Pemilu 2024, juga mengimbau Dinas Kesehatan untuk segera melakukan upaya pencegahan melalui kerja nyata di masyarakat. "Kasihan sekarang RT, RW melakukan upaya penyemprotan melalui mandiri," jelasnya.
Ia mengusulkan langkah-langkah konkret seperti fogging dan pemberdayaan tim jumantik (juru pemantau jentik) untuk memberantas sarang nyamuk secara efektif. Selain itu, edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan pemberantasan sarang nyamuk juga harus ditingkatkan. Tim jumantik harus diberdayakan untuk melakukan inspeksi rutin ke rumah-rumah dan memastikan tidak ada tempat yang menjadi sarang nyamuk.
Selain langkah-langkah di atas, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan instansi terkait sangat penting untuk mengatasi wabah ini. Kampanye kesadaran akan bahaya DBD dan cara pencegahannya harus terus digalakkan, agar masyarakat semakin sadar dan aktif dalam upaya pemberantasan nyamuk.
Untuk diketahui, Dinas Kesehatan Kota Bekasi mencatat, sebanyak 20 warga Kota Bekasi meninggal dunia karena penyakit demam berdarah dengue (DBD). Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Vevie Herawati, menyampaikan, jumlah tersebut dihitung sejak awal tahun ini hingga 17 Mei 2024.
"Jumlah kasus tahun 2024 sebanyak 2.078 dengan total yang meninggal dunia ada 20 orang," ujar Vevie.
Artikel Terkait
Raih Peringkat Satu Teknologi Tepat Guna, Pj Wali Kota Bekasi: Bukti Nyata Kota Bekasi Terus Bisa Meraih Prestasi
Niat Membangun Kota Bekasi, DPC PKB dan Gerindra Kota Bekasi Sepakat Koalisi Pilkada 2024
Tri Adhianto Kunjungi DPC Gerindra Serahkan Formulir Pendaftaran Bacawalkot Bekasi
Menguak Bisnis Gelap Penjualan Video Porno Anak di Bekasi, Pelaku Untung Rp50 Juta
Siswi BINUS SCHOOL Bekasi, Diterima di Lima Universitas Bergengsi Dunia