Dalam kegiatan GSS 2024 ini juga dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan 12 mitra dari dunia industri, dunia usaha, organisasi nonpemerintah, lembaga swadaya masyarakat, serta kementerian/lembaga. Kolaborasi dan sinergitas dengan para mitra ini diharapkan dapat memperkuat GSS agar warga di satuan pendidikan dapat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat secara berkelanjutan.
Berikut daftar mitra yang melakukan penandatanganan kerja sama yaitu Kementerian Agama, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Pemuda & Olahraga, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Yayasan Strategi Pengkajian Edukasi Alternatif Komunikatif (SPEAK), Yayasan World Wild Fund Indonesia (WWF Indonesia), Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI), PT Mondelez Indonesia Trading, PT Gramedia, PT Garam Media Edukasi, PT Andi Offset, dan PT Jepe Press Media Utama.
Salah satu perwakilan mitra GSS, WWF-Indonesia menyambut baik upaya kolaborasi ini. ”Pengenalan tentang perlindungan lingkungan hidup harus dilakukan sejak dini WWF-Indonesia memandang kolaborasi dengan Kemendikbudristek ini sangat strategis dalam upaya memberikan edukasi sejak dini tentang lingkungan hidup melalui sekolah sehat lingkungan, khususnya sekolah tanpa sampah plastik di perkotaan, dan pengenalan keanekaragaman hayati pada tingkat landscape dan juga perubahan iklim,” kata CEO WWF-Indonesia, Aditya Bayunanda.
Dari sisi instansi pemerintah, mitra lainnya yang melakukan penandatanganan kerja sama dengan GSS adalah Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
“Perjanjian Kerja Sama (PKS) ini mencakup penerapan program pengelolaan lingkungan laut yang menjadi salah satu program prioritas Menteri Kelautan dan Perikanan guna menyeimbangkan kepentingan lingkungan ekologi, ekonomi dan sosial yang mendukung kebijakan nasional untuk mengurangi 70 persen sampah plastik laut pada tahun 2025 sesuai dengan mandat Peraturan Presiden No. 83/2018 Penanganan Sampah Laut,” kata Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan dan Ruang Laut, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Victor Gustaaf Manoppo.
Bentuk kerjasama ini, lanjut dia, akan dikembangkan di beberapa sekolah pesisir di Indonesia. Upaya bersama akan terus dilakukan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat sekitar dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitar dari sampah, dan pada akhirnya dapat terbangun sebuah sistem tata kelola pengelolaan sampah yang terintegrasi dengan baik (good governance) dari hulu sampai hilir dengan konsep circular economy. Tanpa dimulai dari diri sendiri, pengelolaan sampah yang terintegrasi tidak akan dapat berjalan.
Sejak tahun 2022 - 2023, Kemendikbudristek telah menjalin kerja sama dengan 40 mitra. Adapun bentuk dukungan dari para mitra ini mencakup sejumlah program, termasuk edukasi kesehatan kepada warga satuan pendidikan; penyusunan materi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE); dan fasilitas untuk menunjang kebiasaan mengkonsumsi makanan/minuman yang mengandung gizi seimbang.
Selain itu, terdapat pula dukungan terhadap sarana dan prasarana untuk mendorong munculnya berbagai aktivitas fisik peserta didik, serta dukungan terhadap cakupan imunisasi peserta didik. ***
Artikel Terkait
UNESA Fasilitasi UTBK Peserta Disabilitas
Jember 'J-Co TF 2024', Momentum kebangkitan petani kopi dan UMKM Jawa Timur
KKN Pengabdian kepada Masyarakat, Mahasiswa UWKS Sosialisasi dan Penyuluhan Bahaya Diabetes Melitus di Sambikerep
Gelar wisuda bagi 484 lulusan, Berikut berbagai Prestasi kampus berbudaya UWKS
Satu Dasa Warsa, Umaha berkontribusi mencerdaskan anak bangsa