NAWACITAPOST.COM - Bagi sebagian orang, memilih daging babi daripada daging sapi adalah pilihan paling favorit karena harganya lebih terjangkau. Namun, daging babi masih terbilang tabu lantaran mayoritas masyarakatnya beragama Islam di Indonesia, .
Di berbagai negara lain seperti Korea, China, Taiwan, dan Jepang, daging babi bahkan menjadi makanan sehari-hari. Selain karena rasanya yang lebih gurih, daging babi lebih dipilih karena harganya yang lebih ekonomis.
Namun, mengapa daging babi bisa lebih murah? Ternyata, ada beberapa alasan mendasar yang membuat harga daging babi lebih murah dibandingkan dengan daging sapi. Penasaran apa saja alasannya? Simak ulasan selengkapnya di bawah ini.
5 Alasan Daging Babi Harganya Murah
Selain rasanya yang gurih, daging babi lebih dipilih karena tentu saja faktor harga yang lebih murah. Berikut beberapa alasan yang menjelaskan mengapa harga daging babi lebih murah dibandingkan daging sapi.
Baca Juga: Rahasia di Balik Harga Murah Daging Babi yang Perlu Kamu Tahu!
1. Masa Pertumbuhan Lebih Cepat
Salah satu alasan utama mengapa daging babi lebih murah adalah masa pertumbuhannya yang cepat dan kemampuannya untuk memiliki banyak keturunan. Menurut laporan dari The Pig Site, induk babi hamil selama 16-17 minggu dan bisa melahirkan lebih dari 10 anak babi.
Anak babi yang lahir dapat menjadi mandiri dengan cepat, sehingga induk babi dapat melahirkan dua kali setahun. Selain itu, babi dapat mencapai ukuran pasar dalam waktu kurang dari 6 bulan, berbeda dengan sapi yang membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai ukuran yang layak dijual.
2. Pola Makan Babi yang Fleksibel
Pola makan babi yang omnivora menjadi faktor lain yang membuat daging babi lebih murah. Babi dapat memakan berbagai jenis makanan, mulai dari tumbuhan hingga daging. Mereka bisa mengonsumsi limbah dapur, sisa makanan, sayuran, hingga rumput.
Kemampuan babi untuk mengubah makanannya menjadi protein dan lemak dengan cepat membuat mereka tumbuh dan menggemuk lebih cepat. Peternak babi juga bisa memberikan pakan khusus untuk meningkatkan kualitas rasa dagingnya.
3. Biaya Pengolahan yang Lebih Rendah
Baca Juga: Enam CPNS Kemenkumham Papua Kembali Terima Penguatan Penting dalam Bertugas
Proses pengolahan daging babi, mulai dari penyembelihan hingga pemotongan menjadi bagian-bagian tertentu, membutuhkan biaya yang relatif sedikit. Selain itu, pengolahan daging babi juga lebih mudah dibandingkan dengan daging sapi.
Artikel Terkait
Apa Itu Flu Babi Afrika
Berdayakan Ekonomi, Kemensos Bantu Ternak Babi Hingga Penerangan Jalan untuk Warga Jayapura
Imbas Selebgram Makan Bakso A Fung Bali Dicampur Kerupuk Babi, Manajemen Hancurkan Semua Mangkuk
Wali Kota Eri Dorong Peningkatan Pelayanan RPH Babi Banjar Sugihan
Langkah Berani Wali Kota Eri Relokasi RPH Babi, Respon Positif dari Habib dan Kyai