NAWACITAPOST.COM - Politik itu bisa menjadikan sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin, begitu juga sebaliknya. Namun dari semua itu semua pasti sepakat bahwa realitas politik adalah sebuah kenyataan yang tidak bisa dipungkiri. Hal tersebut dapat kita lihat bagaimana masing masing tokoh yang saya sebut di atas sama sama memiliki kemampuan dan dukungan riil di masyarakat bawah.
Siapa yang tidak tahu Kang Marhaen (Dr. Drs. H. Marhaen Djumadi, S.E., S.H., M.M., MBA. red) selama menjadi Wakil Bupati, Plt Bupati sampai Bupati definitif yang hanya beberapa bulan. Apa yang dilakukan dapat dilihat dan dirasakan hasilnya oleh seluruh masyarakat Nganjuk. Proyek fenomenal yang luar biasa telah mengantarkan Nganjuk menjadi Kabupaten yang terkenal diseluruh Indonesia. Disisi lain bagaimana Kang Marhaen membangun komunikasi dengan masyarakat bawah, bahkan jaringannya hampir rapat di semua lapisan masyarakat. Ini sebuah realita dilapangan.
Baca Juga: Menjadi Warga Bangsa Yang Cerdas dan Bijaksana
Mas Trihandy (Trihandy Cahyo Saputro red) sebagai politisi muda berbakat, telah membuktikan sebagai pendatang baru yang menjadi juara satu bahkan tingkat Nasional dengan suara terbanyak. Orang mau bilang apa dan Komen seperti apa, realitas politik telah mendeklarasikan Mas Trihandy adalah politisi hebat dan patut di acungi jempol 5.
Kesuksesan beliau dalam pileg 2024 telah membuktikan bahwa elektabilitas beliau sangat besar. Maka jika beliau maju dalam kompetisi Bupati atau wakil Bupati sangat berpotensi untuk menang. Disisi lain daya dukung lainnya jelas lebih kongkrit.
Baca Juga: Makna Strategis NU Dalam Pilihan Kepala Daerah
Memahami Silaturrohim Politik Antar Parpol
Dalam beberapa minggu terakhir memang ada politik silaturrohim masing - masing ketua partai, yang seolah - olah masing masing membangun komunikasi politik untuk suksesi 2024. Pemandangan tersebut sangat bagus untuk memberi pelajaran politik bagi masyarakat, dimana politik itu harus saling menjaga hubungan baik walau di dalamnya penuh intrik dan persaingan. Silaturrohim tersebut membuat rasa guyub rukun antar partai dan pengurusnya menjadi lebih baik.
Tapi harus ingat dengan baik !!! Partai politik tingkat DPC itu yang memiliki DPP, maka ketika DPP perintah dukung A maka harus siap mendukung A dan tidak bisa membantah. Fenomena itu pasti akan terjadi dan akhirnya semua partai tidak ingin kena sanksi DPP dan kehilangan momen untuk memberi dukungan yang menang demi kepentingan politik jangka panjang.
Baca Juga: Mencermati Perubahan Perilaku Politik Kader NU dan Konstruksi Pemikiran Kader NU
Membayangkan kebersamaan Kang Marhaen dan Mas Trihandy dalam Pilbup Nganjuk 2024 akan membuka wacana baru Nganjuk akan menjadi lebih baik dan tidak merasa terjajah. Sebenarnya rakyat Nganjuk senang dipimpin orang Nganjuk sendiri, karena olok - olokan “masak orang Nganjuk cari calon Bupati saja impor dari luar Nganjuk” bahasa itu sangat tidak enak di dengar telinga yang sehat.
Disisi lain kekuatan politik Nasionalis Relegius sangat kental di tubuh Kang Marhaen, beliau seorang kader NU yang telah lama mengabdi di kepengurusan NU Wilayah Jawa Timur. Pengalaman beliau selama menjadi Wakil Bupati hingga Bupati Nganjuk sudah memahami apa yang harus dilakukan pada NU baik secara organisasi maupun warga NU. Warga NU yang sebagian besar petani dan pedagang sangat butuh sosok bupati dan wakil bupati yang bisa memberi SUPPORT untuk meningkatkan pendapatan usahanya. Secara organisasi siapapun yang bisa memberi konstribusi untuk kelangsungan organisasi pasti akan mendapatkan dukungan dari NU.
Baca Juga: Ansor dan Dinamika Politik Indonesia
Maka bayangan duet kedua tokoh yang jelas dukungan politiknya akan menjadi modal besar dalam kompetisi di bulan November yang akan datang. Ikhtiar politik memang harus dilakukan bersama untuk mendapatkan Bupati dan wakil Bupati yang manfaati dan bermanfaat.
Artikel Terkait
Ansor dan Dinamika Politik Indonesia
Jiwa Besar Prabowo dan Makna Strategis NU
Mencermati Perubahan Perilaku Politik Kader NU dan Konstruksi Pemikiran Kader NU
Makna Strategis NU Dalam Pilihan Kepala Daerah
Menjadi Warga Bangsa Yang Cerdas dan Bijaksana