NAWACITAPOST.COM - Ketegangan di kawasan Timur Tengah semakin memuncak ketika Yaman mendukung serangan Iran terhadap Israel, menyebabkan gemuruh di langit Israel.
Hari setelah serangan yang dilakukan oleh Houthi di wilayah Eilat, langit Israel terasa mencekam dengan suara gemuruh dan detik-detik pertarungan antara drone Yaman dengan sistem pertahanan udara Iron Dome Israel.
Dilansir oleh The Times of Israel, video rekaman serangan Yaman ke Iran pada Minggu (14/4) menunjukkan bagaimana drone Yaman menyusup ke langit Eilat dan akhirnya meledak dengan dahsyat.
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengkonfirmasi serangan tersebut, mengklaim bahwa target udara yang mencurigakan memasuki wilayah udara Israel dari arah Laut Merah.
Meskipun serangan drone Yaman berhasil dicegat oleh Iron Dome Israel dan tidak menimbulkan korban jiwa, namun keberadaannya mengguncang keamanan wilayah tersebut.
Baca Juga: Sambut HBP ke-60, Kanwil Kemenkumham Jabar Selenggarakan Bakti Sosial Donor Darah
IDF bahkan menggunakan salah satu kapal perang kelas 6 Sa'ar milik Angkatan Laut dalam upaya pencegahan.
Sementara itu, dalam kurun waktu satu hari sebelumnya, Iran berhasil menggemparkan Israel dengan serangkaian serangan.
Negara tersebut diduga mendapat pasokan senjata canggih dari beberapa negara, termasuk Rusia, Tiongkok, dan Korea Utara.
Hubungan baik antara Iran dengan Rusia dan Tiongkok telah terjalin sejak tahun 1980, dengan penjualan senjata dari Rusia yang meningkat signifikan pada tahun 1990an.
Dugaan pasokan senjata dari Korea Utara juga muncul, meskipun pihak Korea Utara tidak mengakuinya. Namun, temuan serpihan rudal Sejill buatan Korea Utara di Tel Aviv menimbulkan kecurigaan bahwa Iran mungkin menerima bantuan senjata dari Korea Utara.
Iran sendiri telah dikenal memiliki kemampuan produksi senjata yang canggih dan telah memperluas serta memodernisasi armada kapal selamnya, menjadikannya salah satu kekuatan militer terkuat di kawasan Timur Tengah.
Ketegangan antara Iran, Yaman, dan Israel semakin meningkat, menciptakan situasi yang rentan terhadap eskalasi konflik di kawasan tersebut.
Artikel Terkait
Kakanwil Pimpin Rapat Pembahasan Usulan Perubahan UKK Mempawah Menjadi Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Mempawah
Industri Pengolahan Pipa di Kawasan Padat Penduduk: Tuntutan Penegakan Aturan dan Kesejahteraan Warga
Perkuat Silaturahmi Kakanwil Kemenkumham Sumsel Gelar Halal Bihalal
Karutan Depok Ikuti Apel Pagi dan Halal Bihalal Kemenkumham Secara Virtual
Sambut HBP ke-60, Kanwil Kemenkumham Jabar Selenggarakan Bakti Sosial Donor Darah