Gus Dur menjawab pertanyaan tersebut dengan bijak, menyatakan bahwa ia tidak ingin berhenti dari dunia politik karena masih melihatnya sebagai saluran aspirasi untuk kepentingan bangsa. Meskipun telah mengalami berbagai tantangan dan tekanan politik, Gus Dur tetap yakin bahwa kegiatan politiknya masih memiliki nilai dan dampak yang positif bagi masyarakat Indonesia.
Baca Juga: 5 Opsi THR Lebaran yang Kreatif dan Unik Selain Uang untuk Berikan kepada Saudara
Dua minggu setelah pertanyaan tersebut diajukan, pada perayaan ulang tahunnya, Gus Dur menyampaikan dalam ceramahnya bahwa Romo Magnis telah meminta agar ia berhenti dari politik, namun saat itu ia masih belum berencana untuk berhenti.
Ia juga menyindir dengan humor bahwa orang lain tidak berani mengatakan hal yang sama kepadanya. Respons humoris ini menunjukkan sikap santai dan optimis Gus Dur dalam menghadapi pertanyaan dan tekanan seputar aktivitas politiknya.
"Ya, Romo Magnis meminta supaya saya berhenti dari politik, tapi sekarang belum. Kalau yang lain nggak berani bilang seperti itu ke saya," canda Gus Dur.
Pertanyaan dan jawaban tersebut mencerminkan kedalaman pemikiran dan kesetiaan Gus Dur terhadap nilai-nilai kebangsaan dan aspirasi rakyat Indonesia. Meskipun telah meninggalkan dunia politik formal, warisan pemikiran dan semangatnya tetap menjadi inspirasi bagi banyak orang dalam menjalani kehidupan politik dan kebangsaan.
Baca Juga: Antisipasi Libur Panjang Hari Raya, Pemkot Surabaya Imbau Tingkatkan Keamanan dan Ketertiban
Baik Gus Dur maupun Romo Magnis sejatinya merupakan dua tokoh bangsa yang sama tujuannya yaitu yang terbaik untuk bangsa ini. Keberanian Romo Magnis kembali diuji saat menjadi ahli yang dihadirkan oleh tim 03 Ganjar-Mahfud dalam Sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden 2024 di Mahkamah Konstitusi (MK) pada Selasa, 2 April 2024 silam.
Pada kesempatan itu, Romo Magnis menyampaikam berbagai hal terkait penyalahgunaan wewenang oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Bahkan, ia menyebut tindakan Jokowi tersebut sebagai pelanggaran etika berat pada Pemilu 2024.
Artikel Terkait
Sosok Gus Dur Dalam Teropong Forum GMRI dan Posko Negarawan Bersama Sejumlah Tokoh
Mahfud MD Nostalgia Masa Bersama Gus Dur di Pondok Pesantren Langitan
PKB Sebut Mahfud Md NU Bawaan Gus Dur
Tanda Bahaya Pemilu 2024! Romo Magnis Suseno Ingatkan Jangan Pilih Pemimpin dengan Etika Buruk
Profil Buya Syafii Maarif dan Romo Magnis: Dua Tokoh Agama yang Paling Tulus Membangun Bangsa Ini