NAWACITAPOST.COM - Sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah politik Indonesia, Presiden ke-4 KH Abdurrahman Wahid, yang akrab disapa Gus Dur, memiliki banyak sahabat dan kawan yang turut berperan dalam perjalanan politiknya.
Salah satu sahabat dekatnya adalah Romo Franz Magnis Suseno, seorang tokoh dalam Forum Demokrasi, yang memiliki peran penting dalam memberikan masukan dan pandangan kepada Gus Dur terkait situasi politik yang dihadapinya.
Empat minggu sebelum Gus Dur dilengserkan dari jabatannya pada 23 Juli 2001, delapan orang kawan yang juga aktif di Forum Demokrasi datang menjenguk Gus Dur di Istana. Saat itu, putri Gus Dur, Yenny Wahid, yang selalu setia mendampingi ayahnya, juga berada di sana.
Kala itu, Romo Magnis dengan tegas memberikan saran kepada Yenny bahwa sebaiknya Gus Dur mundur dari jabatannya ketimbang harus diturunkan secara paksa. Yenny, yang menyadari bahwa saran tersebut mungkin akan membuat Gus Dur marah, tetap mempersilakan Romo Magnis dan kawan-kawan untuk menyampaikan langsung saran tersebut kepada Gus Dur.
Baca Juga: Romo Magnis Ungkap Daftar 5 Dosa Besar Jokowi di Pemilu 2024
Meskipun dihadapkan pada situasi yang panas dan penuh tekanan politik, Gus Dur tidak menunjukkan kemarahan.
Dengan tenang, ia menjelaskan kepada kawan-kawannya mengapa ia memilih untuk tidak mengundurkan diri. Gus Dur yakin bahwa apa yang telah ia lakukan adalah yang terbaik dan sesuai dengan prinsip-prinsipnya. Ia juga menegaskan bahwa lembaga legislatif, DPR dan MPR, yang seharusnya dipertanyakan karena tindakan mereka yang dianggap inkonstitusional.
Meskipun dituntut untuk mundur dari jabatannya, Gus Dur tetap menunjukkan sikap yang santai dan humoris. Ia malah menyindir situasi politik yang meminta dirinya untuk mundur.
"Saya disuruh mundur? Maju saja masih dituntun?" Ungkapan ini disambut dengan tawa dari kawan-kawannya, menunjukkan bahwa Gus Dur tetap mempertahankan optimisme dan semangatnya meskipun dihadapkan pada situasi sulit.
Baca Juga: Viral! Karyawan dari Perusahaan Ini Ludahi Seorang Wanita, Begini Nasibnya Sekarang
Pertemuan ini menggambarkan betapa kuatnya kepribadian dan prinsip-prinsip Gus Dur dalam menghadapi tekanan politik. Meskipun akhirnya beliau dilengserkan dari jabatannya, sikapnya yang teguh dan humoris tetap menjadi inspirasi bagi banyak orang dalam menjalani kehidupan politik dan sosial di Indonesia.
Sebagai salah satu sahabat dekat Gus Dur, Romo Magnis juga pernah mengajukan pertanyaan yang menggugah pikiran terkait aktivitas politik dan kebangsaan Gus Dur. Pertanyaan ini diajukan sekitar setahun sebelum Gus Dur meninggal dunia, menjelang ulang tahunnya pada tahun 2008.
Romo Magnis bertanya mengapa Gus Dur tidak berhenti dari kegiatan politik, terutama mengingat kondisi politik yang menimpanya pada tahun 2001 ketika dilengserkan dari jabatannya sebagai Presiden. Romo Magnis mempertanyakan mengapa Gus Dur tidak cukup menjadi guru bangsa saja, mengingat kontribusi dan pemikirannya yang dianggap penting bagi Indonesia.
Alasan Gus Dur Tetap Aktif di Dunia Politik
Artikel Terkait
Sosok Gus Dur Dalam Teropong Forum GMRI dan Posko Negarawan Bersama Sejumlah Tokoh
Mahfud MD Nostalgia Masa Bersama Gus Dur di Pondok Pesantren Langitan
PKB Sebut Mahfud Md NU Bawaan Gus Dur
Tanda Bahaya Pemilu 2024! Romo Magnis Suseno Ingatkan Jangan Pilih Pemimpin dengan Etika Buruk
Profil Buya Syafii Maarif dan Romo Magnis: Dua Tokoh Agama yang Paling Tulus Membangun Bangsa Ini