Minggu, 19 Juli 2026

Kisah Unik: Romo Magnis Pernah Minta Gus Dur Mundur dari Jabatan Presiden, Tapi Ini yang Terjadi

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Senin, 8 April 2024 | 10:33 WIB
Romo Franz Magnis Suseno dan Presiden ke-4 KH Abdurrahman Wahid. (X)
Romo Franz Magnis Suseno dan Presiden ke-4 KH Abdurrahman Wahid. (X)

NAWACITAPOST.COM - Sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah politik Indonesia, Presiden ke-4 KH Abdurrahman Wahid, yang akrab disapa Gus Dur, memiliki banyak sahabat dan kawan yang turut berperan dalam perjalanan politiknya.

Salah satu sahabat dekatnya adalah Romo Franz Magnis Suseno, seorang tokoh dalam Forum Demokrasi, yang memiliki peran penting dalam memberikan masukan dan pandangan kepada Gus Dur terkait situasi politik yang dihadapinya.

Empat minggu sebelum Gus Dur dilengserkan dari jabatannya pada 23 Juli 2001, delapan orang kawan yang juga aktif di Forum Demokrasi datang menjenguk Gus Dur di Istana. Saat itu, putri Gus Dur, Yenny Wahid, yang selalu setia mendampingi ayahnya, juga berada di sana.

Kala itu, Romo Magnis dengan tegas memberikan saran kepada Yenny bahwa sebaiknya Gus Dur mundur dari jabatannya ketimbang harus diturunkan secara paksa. Yenny, yang menyadari bahwa saran tersebut mungkin akan membuat Gus Dur marah, tetap mempersilakan Romo Magnis dan kawan-kawan untuk menyampaikan langsung saran tersebut kepada Gus Dur.

Baca Juga: Romo Magnis Ungkap Daftar 5 Dosa Besar Jokowi di Pemilu 2024

Meskipun dihadapkan pada situasi yang panas dan penuh tekanan politik, Gus Dur tidak menunjukkan kemarahan.

Dengan tenang, ia menjelaskan kepada kawan-kawannya mengapa ia memilih untuk tidak mengundurkan diri. Gus Dur yakin bahwa apa yang telah ia lakukan adalah yang terbaik dan sesuai dengan prinsip-prinsipnya. Ia juga menegaskan bahwa lembaga legislatif, DPR dan MPR, yang seharusnya dipertanyakan karena tindakan mereka yang dianggap inkonstitusional.

Meskipun dituntut untuk mundur dari jabatannya, Gus Dur tetap menunjukkan sikap yang santai dan humoris. Ia malah menyindir situasi politik yang meminta dirinya untuk mundur.

"Saya disuruh mundur? Maju saja masih dituntun?" Ungkapan ini disambut dengan tawa dari kawan-kawannya, menunjukkan bahwa Gus Dur tetap mempertahankan optimisme dan semangatnya meskipun dihadapkan pada situasi sulit.

Baca Juga: Viral! Karyawan dari Perusahaan Ini Ludahi Seorang Wanita, Begini Nasibnya Sekarang

Pertemuan ini menggambarkan betapa kuatnya kepribadian dan prinsip-prinsip Gus Dur dalam menghadapi tekanan politik. Meskipun akhirnya beliau dilengserkan dari jabatannya, sikapnya yang teguh dan humoris tetap menjadi inspirasi bagi banyak orang dalam menjalani kehidupan politik dan sosial di Indonesia.

Sebagai salah satu sahabat dekat Gus Dur, Romo Magnis juga pernah mengajukan pertanyaan yang menggugah pikiran terkait aktivitas politik dan kebangsaan Gus Dur. Pertanyaan ini diajukan sekitar setahun sebelum Gus Dur meninggal dunia, menjelang ulang tahunnya pada tahun 2008.

Romo Magnis bertanya mengapa Gus Dur tidak berhenti dari kegiatan politik, terutama mengingat kondisi politik yang menimpanya pada tahun 2001 ketika dilengserkan dari jabatannya sebagai Presiden. Romo Magnis mempertanyakan mengapa Gus Dur tidak cukup menjadi guru bangsa saja, mengingat kontribusi dan pemikirannya yang dianggap penting bagi Indonesia.

Alasan Gus Dur Tetap Aktif di Dunia Politik

Halaman:

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini