Sambungnya, kami menyadari sepenuhnya bahwa dalam penyelenggaran pemerintahan di Kota Gunungsitoli selama ini tidak luput dari berbagai kelemahan dan kekurangan, namun semangat juang kita selaku ono niha sebagaimana tergambarkan dalam peribahasa Nias “aoha noro nilului wahea, aoha noro nilului waoso, alisi tafadaya-daya, hulu tafaewolo-wolo” memilliki makna yang sangat filosofis dalam mengurai berbagai persoalan yang kita hadapi bersama.
“Demikian juga halnya, rasa cinta dan rasa memiliki terhadap Kota Gunungsitoli harus tercermin dari sikap dan perilaku kita. Hal ini tercermin dari peribahasa kita ono niha, lõ sendroro si tenga sokhõ, lõ sangehao sitenga khõnia,” tandas Wali Kota mengakhiri.
Baca Juga: Imigrasi Semarang Sambut Rombongan Mudik Bareng Kemenkumham
Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Gunungsitoli didampingi Forkada, Forkopimda, dan Ketua DPRD menyerahkan hadiah kejuaraan dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kota Gunungsitoli, seperti: kejuaraan yel-yel dan puisi, kejuaraan lomba memasak kreasi ikan tawar, kejuaraan FL2SN dan OSN tingkat SD dan SMP, ditambah penyerahan santunan BPJS Ketenagakerjaan, peralatan industri untuk 3 (tiga) orang, bantuan sosial PPKS sebanyak 5 (lima) orang, dan penyerahan Satya lencana secara simbolis kepada 3 (tiga) orang ASN.
Walaupun hari panas terik, prosesi acara terus berlangsung dan berakhir sekira pukul 14.00 Wib. Acara ditutup dengan undian kupon berhadiah (door prize) dengan hadiah utama TV Flat ukuran 43 inch yang disponsori oleh PT. Bank Sumut Cabang Gunungsitoli.
Sumber : Diskominfo
Artikel Terkait
Imigrasi Semarang Sambut Rombongan Mudik Bareng Kemenkumham
Tak Perlu Jauh-Jauh, Buat Paspor Elektronik Kini Bisa di Mana Saja