Minggu, 19 Juli 2026

Pemilu Usai, Pendukung Bacalon Pilkada di Kepni Mulai Memanas

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Sabtu, 6 April 2024 | 16:01 WIB
Komisaris Utama Media Nawacita Indonesia (MNI) Faigiziduhu Ndruru. (MNI)
Komisaris Utama Media Nawacita Indonesia (MNI) Faigiziduhu Ndruru. (MNI)

NAWACITAPOST.COM - Pada tahun ini, Kepulauan Nias (Kepni), Sumatara Utara akan turut menggelar pemilihan kepala daerah (Pilkada) secara serentak. Pilkada akan dilaksanakan untuk memilih Bupati Nias, Bupati Nias Barat, Bupati Nias Selatan, Bupati Nias Utara, dan Wali Kota Gunungsitoli 2024.

Pelaksanaan pemungutan suara direncanakan digelar secara serentak pada 27 November 2024. Total daerah yang akan melaksanakan pemilihan kepala daerah serentak tahun 2024 sebanyak 545 daerah dengan rincian 37 provinsi, 415 kabupaten, dan 93 kota.

Tokoh Kepni Faigiziduhu Ndruru, memberikan sorotan terhadap perhelatan politik tersebut. Ia mengungkapkan bahwa persiapan Pilkada serentak 2024 di Kepulauan Nias sudah memasuki fase yang semakin intens.

Namun, di tengah keceriaan demokrasi yang seharusnya memeriahkan proses tersebut, terdapat sejumlah isu menarik yang mewarnai persiapan Pilkada di Kepulauan Nias. Salah satunya adalah fenomena hebohnya politik yang mulai menggeliat seiring dengan berjalannya waktu menuju penjaringan bakal calon.

Baca Juga: Mengenal Lebih Dekat 7 Tradisi dan Adat Istiadat Masyarakat Kepulauan Nias

"Mereka sudah heboh dengan pembentukan group WA untuk penjaringan bakal calon. Tidak terkecuali kabupaten kota di Kepulauan Nias," kata Faigiziduhu Ndruru, Sabtu (6/4/2024).

Namun sayangnya, proses komunikasi dan promosi politik tidak selalu berjalan dengan baik. Menurutnya, dalam mengikuti aturan Undang-Undang Pilkada, bakal calon (bacalon) seharusnya didaftarkan oleh partai politik yang mendukungnya, bukan hanya berdasarkan aspirasi di media sosial.

Menurutnya, bagi calon yang berpotensi mencalonkan diri, sebaiknya menghindari grup media sosial yang hanya menghabiskan energi untuk berdebat negatif. Lebih baik, mereka membangun hubungan dengan partai politik dan tokoh masyarakat yang memiliki pengaruh.

"Diskusi yang sengit di grup-grup media sosial hanya akan menghasilkan pertengkaran yang tidak produktif. Terutama jika pesertanya memiliki pemahaman demokrasi yang terbatas," ujar Faigiziduhu Ndruru.

Baca Juga: Faigiziduhu Ndruru: Semangat Nias Pulau Impian Bagian dari Penguatan dan Pelestarian Budaya Nusantara

Dalam konteks Pilkada, imbuh Faigiziduhu Ndruru, komunikasi yang efektif dan strategis sangatlah penting. Hal ini tidak hanya berlaku dalam proses pendaftaran calon, tetapi juga dalam membangun citra dan memperoleh dukungan dari masyarakat.

"Lebih baik (calon) melakukan pendekatan ke berbagai parpol dan simpul-simpul masyarakat melalui tokoh yang berpengaruh," kata Faigiziduhu Ndruru.

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini