Sabtu, 31 Oktober 2026

Banjir Landa Aceh dan Sumatera Utara, Ribuan Warga Terdampak

Photo Author
Restu Zebua, Nawacita Post
- Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:13 WIB
Banjir merendam permukiman warga di Aceh Selatan setelah hujan deras memicu luapan sungai. BNPB melaporkan sejumlah wilayah di Aceh dan Sumatera Utara turut terdampak banjir (YouTube/@BNPB Indonesia)
Banjir merendam permukiman warga di Aceh Selatan setelah hujan deras memicu luapan sungai. BNPB melaporkan sejumlah wilayah di Aceh dan Sumatera Utara turut terdampak banjir (YouTube/@BNPB Indonesia)

NAWACITAPOST.COM — Banjir melanda sejumlah kabupaten dan kota di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan ribuan warga terdampak akibat bencana tersebut. Sejumlah rumah terendam, sementara akses jalan di beberapa wilayah sempat terputus akibat genangan air.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, dalam keterangannya melalui kanal YouTube BNPB Indonesia, Jumat (30/10/2026), menyampaikan bahwa data dampak banjir tersebut berasal dari laporan kejadian pada 28 dan 29 Oktober 2026.

"Adapun dampak 691 KK di Kabupaten Langkat yang disebut berikut merujuk pada laporan Rabu (28/10)," ujar Berton.

Di Sumatera Utara, banjir dilaporkan melanda Kabupaten Langkat, Mandailing Natal (Madina), Asahan, serta Kota Medan. Sementara di Provinsi Aceh, banjir terjadi di Kabupaten Aceh Selatan dan Kota Subulussalam.

Berdasarkan data BNPB, banjir di Kabupaten Langkat berdampak terhadap 691 kepala keluarga (KK). Jumlah tersebut mengacu pada laporan kejadian yang diterima pada Rabu (28/10/2026).

Baca Juga: Kejagung Kembali Lelang 209 Ribu Ton Batu Bara Sitaan, Terjual Rp264 Miliar

Di Kabupaten Mandailing Natal, banjir menggenangi Desa Binanga, Kecamatan Huta Bargot, serta Desa Rumbio, Kecamatan Panyabungan Utara. Luapan Sungai Simalagi akibat hujan deras pada Rabu (28/10) menyebabkan 32 rumah terendam dan satu fasilitas ibadah terdampak.

Genangan air juga sempat menghambat aktivitas masyarakat karena akses jalan tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Namun, berdasarkan laporan BNPB, kondisi banjir berangsur surut sehingga jalan yang sebelumnya terendam kini kembali dapat dilalui.

Banjir juga merendam Desa Sei Silau Tua dan Desa Bangun Sari, Kecamatan Setia Janji, Kabupaten Asahan. Sebanyak 3.610 jiwa terdampak, dengan rincian 2.910 jiwa di Desa Sei Silau Tua dan 700 jiwa di Desa Bangun Sari.

Ketinggian air di wilayah tersebut berkisar antara 30 hingga 80 sentimeter. BNPB mencatat sebanyak 405 rumah terdampak, selain dua fasilitas pendidikan dan akses jalan antardesa.

Sementara itu, banjir turut melanda Kota Medan dan merendam sejumlah permukiman warga, termasuk kawasan Kampung Aur.

Banjir di Aceh Berdampak terhadap 1.985 KK di Subulussalam

Di Provinsi Aceh, banjir menggenangi Gampong Lhok Raya dan Gampong Cot Bayu, Kecamatan Trumon Tengah, Kabupaten Aceh Selatan. Hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut pada Rabu (28/10) memicu luapan Sungai Lae Soraya dan Kruen Trumon Raya hingga menyebabkan permukiman warga terendam.

Adapun di Kota Subulussalam, BNPB mencatat banjir berdampak terhadap 1.985 kepala keluarga (KK). Sebanyak 177 rumah dilaporkan terendam akibat peristiwa tersebut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Restu Zebua

Tags

Artikel Terkait

Terkini