Kamis, 4 Juni 2026

Yusril Ihza Mahendra Soal Memperkuat Etika dalam Bingkai Hukum yang Lemah

Photo Author
Ade Nawacita, Nawacita Post
- Senin, 18 Maret 2024 | 13:44 WIB
Yusril Ihza Mahendra (Foto: dok)
Yusril Ihza Mahendra (Foto: dok)

NAWACITAPOST.COM - Dalam sebuah pandangan yang mendalam, Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, seorang ahli hukum terkemuka, menyoroti hubungan antara norma hukum dan etika dalam sistem hukum Indonesia.

Menurutnya, jika norma hukum lemah, maka yang harus diperkuat adalah etika.

Prof. Yusril menjelaskan bahwa dari sudut pandang filsafat hukum, penting untuk memahami bahwa jika norma hukum tidak cukup kuat, maka landasan moralitas dan etika harus menjadi fokus perhatian.

Baca Juga: Lapas Kelas IIB Sekayu Mengikuti Rapat Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Atas Implementasi SAKIP

"Norma hukumnya yang lemah, ya maka yang harus diperkuat itu adalah etik, ya kalau etik moralitas itu kuat sebenarnya hukum itu tinggal mengikuti aja ya," ujar Yusril Ihza Mahendra dikutip nawacitapost di akun aspek.hukum.

"Jika etika dan moralitas dalam masyarakat kuat, hukum akan mengikuti dengan sendirinya," lanjutnya.

Namun, jika etika lemah, maka hukum harus menjadi instrumen yang kuat untuk mempertahankan ketertiban dan keadilan. Hal ini menekankan pentingnya membangun sistem hukum yang sejalan dengan nilai-nilai moral dan etika yang ada dalam masyarakat.

Baca Juga: Lapas Kelas IIA Sibolga Ikuti Pelantikan Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Sumatera Utara

Prof. Yusril juga menyoroti perlunya mengadopsi sistem-sistem hukum modern tanpa melupakan nilai-nilai tradisional yang melekat dalam budaya dan masyarakat Indonesia.

"Tapi kalau etik lemah maka hukum dia harus kuat begitu jadi yang paling penting bagi kita itu sebuah sistem," katanya.

Yusril menambahkan "kita bangun ke depan sistem yang sistem kita bangun dan norma norma ya kita mengadopsi sistem sistem yang modern tapi jangan kita melupakan nilai nilai yang ada pada masyarakat kita ini," lanjutnya.

Baca Juga: Berlibur Seru ke Wisata Puncak Serut Blora, Nikmati Camping Ceria Hingga Pesona Citylight Instagramble yang Memesona

Menurutnya, kelemahan terbesar yang dimiliki oleh masyarakat adalah dari segi etika dan moralitas, di mana pendidikan untuk mendisiplinkan masyarakat menjadi hal yang sangat penting.

Pandangan ini menggugah untuk meninjau kembali bagaimana hukum dan etika saling berkaitan dalam membangun sistem hukum yang adil dan berkeadilan.

Halaman:

Editor: Ade Nawacita

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini