Jumat, 5 Juni 2026

KLHK Kembali Lanjutkan Rangkaian Penanaman Pohon Serentak di Mangrove Education Center Sungai Pakning

Photo Author
Tantitamara, Nawacita Post
- Jumat, 8 Maret 2024 | 09:41 WIB
KLHK Kembali Lanjutkan Rangkaian Penanaman Pohon Serentak di Mangrove Education Center Sungai Pakning (Foto: KLHK )
KLHK Kembali Lanjutkan Rangkaian Penanaman Pohon Serentak di Mangrove Education Center Sungai Pakning (Foto: KLHK )

NAWACITAPOST.COM - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melanjutkan rangkaian kegiatan Penanaman Pohon Secara Serentak di Seluruh Indonesia di Mangrove Education Center Sungai Pakning, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau.

Menteri LHK, Siti Nurbaya dan Senior Fellow Bezos Earth Foundation UK, Lord Goldsmith, menanam mangrove bersama para jajaran KLHK, bersama Pemerintah Daerah, dan seluruh komponen masyarakat serta dunia usaha.

Kegiatan penanaman pohon serentak ini merupakan kali ke-empat dilaksanakan sesuai dengan arahan Yth. Bapak Presiden RI untuk menanam pohon disepanjang musim penghujan, sekaligus memperingati Hari Bakti Rimbawan tahun 2024 yang ke-41 yang diperingati setiap tanggal 16 Maret.

Baca Juga: Peringati Hari Peduli Sampah Nasional 2024, KLHK Adakan Dialog dan Peluncuran Buku Panduan Bank Sampah

“Pada kesempatan Hari Bhakti Rimbawan ke-41 ini saya mengajak seluruh rimbawan baik di Kementerian LHK, pemerintah daerah, bisnis leaders dan para aktivis, para pemangku kepentingan yang ada dan seluruh masyarakat, untuk dapat bersama bahu membahu memberikan kontribusi pemikiran dan kegiatan nyata di tingkat tapak secara masif dan terukur”, jelas Menteri Siti.

Lebih lanjut, Menteri Siti menyatakan bahwa komitmen-komitmen lingkungan yang selalu disampaikan pada berbagai forum global/multilateral, Indonesia memandang sangat penting untuk memastikan bahwa komitmen-komitmen tersebut dipenuhi melalui kebijakan dan aksi-aksi nyata, untuk menurunkan emisi dari sektor kehutanan dan penggunaan lahan lainnya melalui Indonesia’s FOLU Net Sink 2030, salah satunya dengan menanam dan memelihara pohon sebanyak mungkin.

Wakil Bupati Bengkalis, Bagus Santoso dalam sambutannya menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Bengkalis terus giat melakukan penanaman pohon baik secara sektoral maupun dengan melibatkan berbagai komponen daerah.

Baca Juga: KLHK Lepas Liar Harimau Sumatera 'Begu Kluti' ke Habitat Alaminya di Taman Nasional Gunung Leuser

“Kami bersama masyarakat siap bersinergi dan mendukung program penanaman pohon yang telah dan terus digagas oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. Sebagai langkah nyata kita bersama untuk mengatasi perubahan iklim, pemulihan kualitas lingkungan hidup maupun percepatan rehabilitasi hutan dan lahan,” ucap Bagus.

Penanaman serentak ini sebagai bagian dari upaya mitigasi perubahan iklim, pemulihan kualitas lingkungan hidup, dan percepatan rehabilitasi hutan dan lahan, serta upaya untuk memperbaiki kualitas lingkungan dengan memperbanyak tegakan pohon/tanaman juga meningkatkan wawasan dan pemahaman masyarakat umum atas pelaksanaan program pembangunan lingkungan hidup dan kehutanan khususnya kegiatan penanaman pohon.

Indonesia sebagai pemilik hutan tropis terbesar ketiga di dunia, mempunyai arti sangat penting dalam upaya pengendalian iklim global. Hutan merupakan salah satu kunci untuk mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, mendinginkan udara dan melindungi kita dari kekeringan, panas ekstrem, polusi, dan hilangnya keanekaragaman hayati, atau yang biasa disebut triple planetary crisis.

Baca Juga: Peringati Hari Pers Nasional 2024, KLHK dan PWI Lakukan Penanaman Mangrove di Taman Wisata Alam Angke Kapuk

Menteri LHK pimpin penanaman sebanyak 231 bibit mangrove di kawasan Mangrove Education Center Desa Pangkalan Jambi Sungai Pakning yang merupakan kawasan yang dibangun untuk mendukung pencapaian target pemerintah dalam perlindungan ekologis, sekaligus meningkatkan konservasi lingkungan dan sumber daya pesisir yang bekerjasama dengan dunia usaha.

Pengembangan kawasan pesisir terpadu mengintegrasikan mitigasi risiko bencana pesisir, perlindungan keanekaragaman hayati berbasis mangrove dan pemanfaatan berkelanjutan oleh masyarakat untuk wisata alam. Pantai utara Kabupaten Bengkalis rawan mengalami abrasi yang harus segera ditanggulangi. Pencegahan abrasi dapat dilakukan dengan memperkuat kawasan ekosistem mangrove, yang secara alami dapat menahan erosi pantai dan menjaga kestabilan garis pantai.

Halaman:

Editor: Tantitamara

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini