Minggu, 19 Juli 2026

Peringati Hari Peduli Sampah Nasional 2024, KLHK Adakan Dialog dan Peluncuran Buku Panduan Bank Sampah

Photo Author
Tantitamara, Nawacita Post
- Rabu, 21 Februari 2024 | 21:59 WIB
Direktur Jenderal PSLB3 KLHK, Rosa Vivien Ratnawati.  (Dok. KLHK )
Direktur Jenderal PSLB3 KLHK, Rosa Vivien Ratnawati. (Dok. KLHK )

NAWACITAPOST.COM - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun dan Berbahaya (PSLB3) mengadakan dua kegiatan dalam rangka pembukaan rangkaian peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2024 pada Rabu, (21/02/2024).

Kedua kegiatan yang diadakan KLHK yaitu “Dialog Kelola Sampah Menjadi Sumber Daya Produktif Menuju Zero Waste Zero Emission” serta “Peluncuran Buku Panduan Bank Sampah” bertempat di Auditorium Manggala Wanabakti, Jakarta. Kedua kegiatan tersebut disesuaikan dengan tema peringatan HPSN Tahun 2024 yakni “Atasi Sampah Plastik dengan Cara Produktif”.

Direktur Jenderal PSLB3, Rosa Vivien Ratnawati, ketika membuka rangkaian peringatan HPSN 2024, menyampaikan bahwa peringatan HPSN 2024 menjadi momentum penting dalam sejarah pengelolaan sampah di Indonesia, yaitu momentum untuk membangkitkan memori kolektif kita agar secara terus-menerus berupaya keras membangun pengelolaan sampah yang lebih baik dengan cara-cara produktif.

Baca Juga: KLHK Lepas Liar Harimau Sumatera 'Begu Kluti' ke Habitat Alaminya di Taman Nasional Gunung Leuser

“Urusan sampah harus menjadi bagian dari solusi terhadap triple planetary crisis yang dihadapi masyarakat global saat ini, yaitu climate change, biodiversity loss, dan pollution. Penguatan posisi sektor pengelolaan sampah harus mampu menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia yang memaduserasikan antara kepentingan ekonomi, sosial, dan lingkungan,” ujar Rosa Vivien.

Sebagai langkah nyata melawan triple planetary crisis tersebut, khususnya perubahan iklim dan polusi, Pemerintah Indonesia melalui kepemimpinan KLHK tengah mengembangkan kebijakan dan program mitigasi perubahan iklim dari sektor sampah dan limbah melalui komitmen Zero Waste Zero Emission 2050.

KLHK tengah memimpin negosiasi di tingkat global dalam menyusun kesepakatan internasional yang mengikat untuk mengakhiri polusi plastik atau intergovernmental negotiating committee (INC) to develop on international legally binding instrument (ILBI) on plastic pollution, including in the marine environment.

Baca Juga: Peringati Hari Pers Nasional 2024, KLHK dan PWI Lakukan Penanaman Mangrove di Taman Wisata Alam Angke Kapuk

“Tahun ini, tema HPSN yang diberikan oleh Ibu Menteri LHK adalah Atasi Sampah Plastik dengan Cara Produktif. Kalimat ini bermakna dalam, bagaimana kita mengatasi permasalahan sampah plastik atau sampah-sampah yang lain dengan cara yang produktif,” ujar Rosa Vivien.

Dirjen PSLB3 juga menyampaikan bahwa pada tahun 2023 lalu terdapat 35 TPA yang terbakar di Indonesia. Peristiwa ini terjadi akibat pengelolaan sampah di TPA yang masih belum berjalan dengan baik, diantaranya TPA yang terbakar mayoritas masih beroperasi secara open dumping, sampah tidak dikelola dan dibuang begitu saja ke TPA. Padahal, dalam paradigma pengelolaan sampah saat ini, TPA hanya untuk sampah residu atau sisa.

“Bila kita belajar dari negara-negara maju seperti Denmark atau Jepang, residu yang dibuang ke TPA hanya 4%, sisanya (96%) dikelola. Kedepannya, kita harus punya mimpi, bahwa kelak kita akan bisa melakukan pengelolaan sampah seperti (negara-negara maju) itu. Oleh karena itu, momentum HPSN 2024 ini kita gunakan bersama untuk mencapai zero waste zero emission 2050,” kata Rosa Vivien.

Baca Juga: Pimpin Tanam Mangrove di Bali, Sekjen KLHK: Penting Bagi Kita untuk Terus Melakukan Pelestarian Alam

Dialog Kelola Sampah Menjadi Sumber Daya Produktif Menuju Zero Waste Zero Emission bertujuan untuk membahas opsi praktis menjadikan urusan sampah sebagai sektor pendukung pertumbuhan ekonomi skala kecil, menengah, dan skala besar sekaligus membahas gerakan penyadartahuan dan partisipasi masyarakat dalam usaha-usaha produktif mengatasi masalah seperti pembudayaan memilah dan mengolah sampah di sumber.

Dialog ini menghadirkan lima narasumber yang berasal dari wakil Pemerintah Daerah, Produsen, Pegiat Bank Sampah, praktisi edukasi publik sekaligus praktisi TPS3R dan pelaku usaha Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

Halaman:

Editor: Tantitamara

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini