Jumat, 5 Juni 2026

Drama Beras: Indonesia Jadi Produsen Utama, Singapura Impor Tapi Harga Lebih Murah! Ini Penyebabnya

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Selasa, 5 Maret 2024 | 10:54 WIB
Beras. (X)
Beras. (X)

NAWACITAPOST.COM - Pengamat pertanian mengungkap penyebab harga beras di Indonesia lebih mahal dibandingkan dengan Singapura. Padahal, Indonesia merupakan produsen beras sedangkan pasokan beras Singapura sepenuhnya impor.

Menurut Pegiat Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Khudori, tingginya harga beras di Indonesia disebabkan oleh biaya produksi yang mahal. Jika dilihat lebih detail, biaya produksi terbesar berasal dari sewa lahan dan tenaga kerja.

"Dua komponen itu lebih dari 75% dari seluruh ongkos produksi," ungkap Khudori, dikutip Selasa (5/3/2024).

Baca Juga: DPR: Anggaran BOS Bisa Naik 600 Persen untuk Program Makan Siang Gratis

Di sisi lain, Khudori juga melihat bahwa harga beras di Singapura yang saat ini jauh lebih murah dari Indonesia bisa saja melonjak tinggi, jika harga beras di pasar dunia melambung. Pasalnya, Singapura sangat bergantung terhadap impor.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian sebelumnya juga membandingkan harga beras Indonesia dengan Singapura. Meski memproduksi beras, harga di Indonesia jauh lebih mahal dibandingkan Singapura.

"Singapura adalah negara yang bukan produsen tapi negara konsumsi. Dia nggak punya pangan, nggak menghasilkan pangan apapun, semuanya impor, jadi strateginya beda,” kata Tito.

Baca Juga: DPR Dinilai Tidak Serius Tanggapi Dugaan Kecurangan Pemilu 2024

Tito juga menuturkan bahwa pemerintah Singapura berupaya agar harga pangan di negaranya mudah dijangkau oleh masyarakat. Inilah yang membuat harga di Negeri Singa lebih murah dibandingkan Indonesia.

Namun, strategi tersebut tidak dapat diterapkan di Indonesia karena dapat merugikan petani dan produsen pangan lainnya. Sebaliknya, jika harga dibiarkan terlalu tinggi, kondisi tersebut dapat membuat masyarakat kesulitan.

“Oleh karena itu kita harus mem-balance angka inflasi kita terkendali, menyenangkan kedua-duanya, tersenyum kedua-duanya,” ujarnya.

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini