Selasa, 14 Juli 2026

Pengrajin Keris Minta Perhatian Lebih Dari Pemerintah

Photo Author
Martin, Nawacita Post
- Kamis, 19 Maret 2020 | 10:01 WIB
Jakarta, Nawacitapost - Sejumlah pengrajin keris yang terhimpun dalam Sekretariat Perkerisan Nasional Indonesia (SNKI) Korwil Jawa Timur berharap kepada Anggota DPD RI Dapil Jawa Timur AA LaNyalla Mahmud Mattalitti agar dapat menyampaikan kepada pemerintah pusat untuk memberi perhatian lebih kepada pengrajin keris, khususnya dari kalangan generasi penerus Mpu Keris Pusaka.


Demikian disampaikan Agung G. Wisnu, Koordinator Wilayah SNKI Jawa Timur ketika bertemu dengan LaNyalla di Surabaya, Minggu petang (15/3). Namun dalam pertemuan itu, LaNyalla yang dikenal juga sebagai kolektor keris pusaka, menyampaikan sejumah aspirasi kepada Korwil SNKI Jatim yang hadir sekitar belasan orang termasuk diikuti KRHT Sukoyo, yang juga dikenal sebagai Kurator Keris senior.


“Ada beberapa aspirasi dari kami, mohon Pak LaNyalla bisa sampaikan ke pemerintah pusat. Terutama agar keris buatan para penerus Mpu, yang merupakan karya seni dan budaya bangsa bisa menjadi cindera mata resmi Indonesia di semua instansi dan lembaga negara, termasuk cindera mata resmi presiden kepada tamu negara. Ini yang menjadi harapan kami,” tukas Agung.


Selain itu, Agung juga berharap digelar pameran keris pusaka dan keris baru dalam skala nasional, yang dimasukkan sebagai agenda tahunan pemerintah Indonesia. Sehingga, lanjutnya, para pengrajin keris, sebagai generasi penerus para Mpu, memiliki medium untuk menampilkan karya mereka.


“Perlu juga BNSP segera menerbitkan sertifikasi untuk lima profesi terkait keris. Mulai dari pembuat warangka, pendok, desain keris dan penjamas serta pengrajinnya,” pungkasnya.


Sementara, terkait dengan pengembalian keris yang disebut milik Pangeran Diponegoro dari pemerintah Belanda kepada pemerintah Indonesia, Kurator Keris KRHT Sukoyo mengatakan bahwa keris tersebut memang memiliki gelar Nogo Siluman, namun dapurnya adalah Nogo Sosro.


“Jadi memang benar disebut Nogo Siluman. Tetapi itu gelar keris. Karena memang ada pusaka tertentu yang memiliki gelar. Tapi kalau dapurnya, itu Nogo Sosro. Kenapa mendapat gelar? Karena keris tersebut digunakan oleh Pangeran Diponegoro saat perang gerilya di hutan. Dan karena Pangeran Diponegoro sulit ditemukan, maka keris pusakanya mendapat gelar Siluman,” urai pemilik Besalen Sanggar Condro Aji tersebut.


Menanggapi sejumlah aspirasi tersebut, LaNyalla berjanji akan menyampaikan kepada pemerintah tentang pentingnya menjaga warisan lehuhur dan perlunya memastikan generasi penerus pengrajin keris tetap ada dan lestari. Sehingga warisan budaya yang telah mendapat pengakuan dari Unesco pada tahun 2005 tersebut tak hilang ditelan jaman.


LaNyalla yang pada tahun 2003 mendapat gelar Kanjeng Raden Haryo Tumenggung (KRHT) itu juga berjanji akan memotori terwujudnya pameran keris skala nasional yang diharapkan dapat menjadi agenda tahunan resmi pemerintah Indonesia.


“Insya Allah saya akan motori, nanti kita cari waktu yang tepat,” ujar kolektor yang menyimpan sekitar 300 keris pusaka tersebut.

Editor: Martin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Terkini