NAWACITAPOST.COM - Komentar kontroversial eks Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, terkait kenaikan harga beras telah memicu gelombang reaksi di tengah masyarakat.
Dalam pernyataannya, Dedi Mulyadi membandingkan reaksi masyarakat terhadap kenaikan harga beras dengan kenaikan harga barang-barang lainnya seperti skincare dan rokok.
Namun, tanggapannya tersebut menuai kecaman dari berbagai pihak, termasuk Ketua Umum Barisan Relawan Nusantara (BaraNusa), Adi Kurniawan.
Baca Juga: BSI Targetkan Peningkatan Nasabah 3 Juta per Tahun
"Pernyataan tersebut sangat menyinggung hati dan perasaan masyarakat saat ini karena beras merupakan kebutuhan pokok yang wajib dipenuhi. Tidak bisa disamakan dengan skin care apalagi rokok,” tulis Adi Kurniawan dalam keterangan pers yang diterima Nawacitapost.com, Rabu (28/02/24)
Adi Kurniawan menilai pernyataan Dedi Mulyadi sebagai sesuatu yang tidak sensitif dan tidak memiliki rasa empati terhadap kesulitan yang dihadapi oleh masyarakat terkait harga beras.
Ia menegaskan bahwa beras bukanlah sembarang barang konsumsi seperti skincare atau rokok, melainkan merupakan kebutuhan pokok yang harus dipenuhi oleh setiap individu.
Baca Juga: Hubungan Romantis Lee Jae wook dan Karina aespa Dikonfirmasi oleh Agensi
Adi Kurniawan juga menyoroti potensi provokatif dari pernyataan tersebut yang dapat memicu perpecahan di tengah-tengah masyarakat, terutama dalam situasi politik yang sedang memanas.
"Dedi seolah seperti sedang mengadu domba rakyat yang saat ini sedang kesulitan mendapatkan beras. Kami meminta dia meralat ucapannya dan segera meminta maaf sekarang juga,” tegasnya.
Pernyataan Dedi yang menyindir reaksi masyarakat terhadap kenaikan harga beras dengan diamnya mereka terhadap kenaikan harga barang-barang lainnya seperti skincare dan rokok, dinilai kurang tepat.
Baca Juga: Rocky Gerung: Kecurangan Pemilu 2024 Harus Dibongkar dengan Hak Angket
Kenaikan harga beras memang memiliki dampak langsung terhadap kesejahteraan dan ketahanan pangan masyarakat, sehingga tidak bisa disepelekan.
Hal ini menjadi sorotan karena kenaikan harga beras secara langsung memengaruhi daya beli dan kualitas hidup masyarakat, terutama bagi kalangan ekonomi menengah ke bawah.
Artikel Terkait
Rutan Balikpapan Gelar Senam Pagi Warga Binaan, Jasmani Tetap Terjaga
Rutan Balikpapan Gelar Sidang TPP, Penuhi Hak Warga Binaan
Diprotes Netizen, Ini Alasan Jokowi Beri Kenaikan Pangkat Istimewa Prabowo Subianto
Anggaran Program Makan Siang Gratis Rp15.000 Per Porsi
Alasan Jokowi Masukkan Program Makan Siang Gratis dalam APBN 2025