NAWACITAPOST.COM – Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Jawa Timur kembali menggelar kegiatan sosial di bulan Ramadan dengan memberikan santunan kepada anak yatim dan dhuafa yang dirangkai dengan buka puasa bersama.
Kegiatan berlangsung di Sekretariat MAKI Jatim, Surabaya, Jumat (13/3/2026), dan dihadiri puluhan anak yatim, pengurus organisasi, tokoh masyarakat, serta jamaah di sekitar lokasi.
Acara berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Kegiatan diawali dengan penampilan tim hadrah yang menambah nuansa religius selama rangkaian acara berlangsung.
Baca Juga: MAKI Jatim Kawal Sidang Dana Hibah, Khofifah Absen Hadiri Agenda DPRD
Selanjutnya panitia menyalurkan santunan kepada puluhan anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat yang membutuhkan. Anak-anak terlihat antusias mengikuti kegiatan hingga menjelang waktu berbuka puasa.
Ketua MAKI Jawa Timur, Heru Satrio, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut. Ia juga memberikan penghargaan kepada tim hadrah yang selama ini setia mengiringi kegiatan sosial MAKI.
“Terima kasih kepada tim hadrah yang sudah sekitar tujuh tahun mengawal kegiatan santunan ini. Semoga kegiatan seperti ini terus berjalan karena tujuannya adalah memberikan manfaat bagi sesama,” ujar Heru.
Baca Juga: Prabowo Sentil Rumah Radio Bung Tomo, MAKI Jatim Siap 'Rebut' dan Kembalikan Mawar 10 ke Bentuk Asli
Heru menegaskan, MAKI Jawa Timur tidak hanya fokus pada pengawasan hukum dan pemberantasan korupsi, tetapi juga memiliki kepedulian sosial terhadap masyarakat, terutama anak yatim dan kaum dhuafa.
Menurutnya, Ramadan menjadi momentum tepat untuk berbagi sekaligus mempererat silaturahmi dengan masyarakat.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun. Semoga adik-adik semua selalu sehat, rajin belajar, dan kelak menjadi generasi yang sukses,” katanya.
Baca Juga: MAKI Jatim Kerahkan 1.000 Massa, Heru: Kami Berdiri Bersama Kejati Berantas Korupsi!
Dalam kesempatan itu, Heru juga mengajak seluruh hadirin untuk selalu bersyukur atas nikmat kehidupan yang diberikan Allah SWT.
Ia mengingatkan bahwa selama manusia masih diberi kesempatan hidup, maka waktu tersebut harus dimanfaatkan untuk berbuat kebaikan kepada sesama.