NAWACITAPOST.COM - Pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD, meraih kemenangan telak di Australia dalam Pemilihan Umum 2024.
Berdasarkan data resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU), pasangan Ganjar-Mahfud memperoleh 8.014 suara atau sebesar 47,15%, unggul jauh dari pasangan Prabowo-Gibran dan Anies-Muhaimin yang menempati posisi kedua dan ketiga.
Prestasi pasangan Ganjar-Mahfud terlihat dari kemenangan hampir di setiap pusat lokasi pemilihan Panitia Pemilu Luar Negeri (PPLN) di Australia. Mereka berhasil meraih suara terbanyak di kota-kota seperti Melbourne, Sydney, Perth, Canberra, dan Darwin. Bahkan, di Melbourne, persentase suara mereka hanya lebih rendah 0,6% dari hasil exit poll yang dilakukan pada 10 Februari 2024.
Antonius Tobing, Kepala Direktorat Media Sosial, Survei, Simpul, dan Jejaring TPLN Ganjar-Mahfud Australia, menyambut gembira hasil tersebut. Ia mengatakan bahwa kemenangan ini merupakan hasil dari kerja keras dan doa seluruh pendukung pasangan Ganjar-Mahfud.
Bagi diaspora Indonesia di Australia, ini juga merupakan pembelajaran yang luar biasa, mengingat tantangan seperti ketiadaan bantuan sosial, intimidasi aparat, dan politik sandera.
"Hasil penghitungan di Indonesia kali ini penuh dengan anomali. Namun kami bangga, kita di Australia tetap berpegang teguh pada pemimpin yang bermoral dan beretika, hasil di sini adalah murni suara hati diaspora Indonesia di Australia,” lanjut Anton.
Baca Juga: Masuk Box Office, Film 'Exhuma' Tembus 2 Juta Penonton dalam Waktu 4 Hari!
Namun, di tengah kegembiraan, terdapat keprihatinan terkait proses pemilu di Indonesia. Okty Harsono, anggota PDI Perjuangan yang juga tim saksi TPS Luar Negeri di Australia, menyebut bahwa pemilu di Indonesia tahun ini dianggap paling tidak beretika sepanjang sejarah.
Ia merasa prihatin dengan adanya kecurangan yang mengarah kepada praktik kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan masif.
Ni Made Marhaeni, anggota PDI-P di Australia, juga menyatakan keprihatinannya terhadap proses pemilu di Indonesia yang dinilai tidak beretika. Menurutnya, diaspora Indonesia di Australia tetap berpegang pada pemimpin yang bermoral dan beretika, dan hasil suara di Australia adalah hasil murni dari hati nurani diaspora Indonesia di sana.
Baca Juga: Mini Album Kedua Taeyong NCT 'TAP' Resmi Meluncur, Pengemar Antusias!
Selain di Australia, kemenangan Ganjar-Mahfud juga disambut gembira di beberapa negara di Eropa, Amerika Serikat, dan Kanada oleh jaringan pendukung mereka. Hal ini menunjukkan bahwa pasangan ini mendapat dukungan yang kuat dari diaspora Indonesia di luar negeri.
Artikel Terkait
Diduga Pemilu Curang, Paslon urut 1 Anies-Muhaimin Dukung Wacana Ganjar Pranowo Usulkan Hak Angket DPR
Ganjar Pranowo: Usulan Hak Angket Pilpres 2024 Bukan Gertakan Politik
Dorong PDIP, Ganjar Pranowo Tegaskan Usulan Hak Angket Bukan Gertakan Politik
Terkait Dua Oknum yang Diduga Terlibat dalam Penggelembungan Suara, KPU dan Bawaslu Terbitkan Surat Pemberhentian
Ganjar Pranowo: Hak Angket Langkah Tepat Selidiki Kecurangan Pemilu 2024