Rabu, 3 Juni 2026

Perayaan Natal Nasional 2025 Berdampak Nyata

Photo Author
Tiarsin Nawacita, Nawacita Post
- Minggu, 14 Desember 2025 | 17:12 WIB
Maruarar Sirait Ketua Umum Panitia Natal Nasional 2025 (Istimewa)
Maruarar Sirait Ketua Umum Panitia Natal Nasional 2025 (Istimewa)

Baca Juga: Ibadah Natal Keluarga Besar Rutan Sidikalang Berlangsung Khidmat dan Penuh Sukacita

Pendeta Manuputty menegaskan bahwa Natal Nasional dimaksudkan sebagai kesaksian iman yang bersifat inklusif dan universal. Perayaan ini, menurutnya, hadir untuk seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang suku, agama, maupun golongan.

Ia mencontohkan bahwa bantuan ambulans yang disalurkan tidak hanya diperuntukkan bagi komunitas Kristen, dan sejumlah donatur besar yang terlibat justru berasal dari kalangan non-Kristen.

Terkait ibadah dalam acara puncak, Pendeta Manuputty menyampaikan bahwa tradisi pengisian khotbah secara bergantian lintas gerejawi akan tetap dilanjutkan.

"Pada Natal Nasional mendatang, khotbah direncanakan akan disampaikan oleh perwakilan dari Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) atau tokoh dari Gereja Katolik," urainya.

Baca Juga: MSP dan Polri Serentak Bagikan Bantuan Natal di 100 Kota, Surabaya Dapat 4.000 Paket Sembako

Di sisi lain, Panitia Natal Nasional juga melaporkan perkembangan penyaluran bantuan kemanusiaan di daerah.

Junivert Girsang, saat ditemui awak media usai rapat, menjelaskan bahwa panitia telah menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak di Sumatera Utara.

"Penyaluran tersebut menjangkau 10 titik lokasi berbeda, terutama di sekitar Kota Medan, yang sebelumnya belum tersentuh bantuan dari pihak lain," ucapnya.

Menurut Junivert, proses penyaluran bantuan dilakukan secara cepat dan efektif, dengan durasi pelaksanaan selama lima hari sejak dimulai.

Ia menuturkan bahwa kondisi masyarakat di lokasi penerima bantuan menunjukkan kebutuhan yang sangat mendesak, baik secara material maupun psikologis.

Baca Juga: Menjelang Hari Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Pemkab Rokan Hulu Matangkan Kesiapsiagaan Lintas Sektor

"Respons masyarakat pun dinilai sangat positif, ditandai dengan ungkapan terima kasih dan penerimaan yang hangat," katanya.

Junivert menegaskan bahwa bantuan yang diberikan tidak semata bersifat material, tetapi juga mengandung dukungan moral dan spiritual.

"Panitia, bersama masyarakat penerima, saling mendoakan agar proses pemulihan, termasuk dari trauma yang dialami, dapat berjalan dengan baik," jelasnya.

Halaman:

Editor: Tiarsin Nawacita

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini